Oleh ; Masroin Assafani
Wakil Ketua PDM Lamongan
Berdagang dengan sesama manusia, baik perdagangan bilateral maupun perdagangan multilateral, keuntungannya terbatas.
Dan perdagangan sesama manusia bisa berkeuntungan, dan suatu ketika bisa pula mengalami kerugian, bahkan mengalami kebangkrutan.
Namun perdagangan dengan Allah SWT, maka perdagangan ini tidak akan pernah rugi, yang ada adalah berkeuntungan melimpah.
Misal ; membaca Al Fatihah ayat satu sebagai berikut ;
بسم الله الرحمن الرحيم
Bila kita hitung jumlah huruf-nya = 19 (sembilan belas huruf), dalam setiap hurufnya mendapat 10 (sepuluh) kebagusan.
Maka 19 x 10 = 190 kebagusan, inilah contoh perdagangan yang berkeuntungan besar, bahkan tidaklah pernah merugi.
Di samping hal tersebut, juga salat, salat jamaah dengan duapuluh tujuh derajad. Infaq dengan tingkatan tujuh ratus keuntungan, bahkan berlipat-lipat ganda.
Untuk itu ada tiga perdagangan yang tidaklah merugi sebagaimana wahyu Allah sebagai berikut ;
📗 Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اِنَّ الَّذِيْنَ يَتْلُوْنَ كِتٰبَ اللّٰهِ وَاَ قَا مُوا الصَّلٰوةَ وَاَ نْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَّعَلَا نِيَةً يَّرْجُوْنَ تِجَا رَةً لَّنْ تَبُوْرَ ۙ
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur’an) dan melaksanakan salat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi,”
QS. Fatir 35: 29
📚 Kandungan Ayat
1. Pembaca Al-Qur’an ; “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur’an)
2. Shalat ; “dan melaksanakan salat
3. Infaq ; “dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya ;
a. dengan diam-diam
b. dan terang-terangan.
mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi,” berdagangan yang berkeuntungan besar dari Yang Maha Rahman.
🌹 Ibrah
1. Ayat ini memberi pelajaran pada kita, bahwa, siapapun orangnya yang banyak menggali isi Al-Qur’an, menghayati, mengamalkan, kemudian menegakkan salat, baik wajib maupun sunnah, berinfaq, maka dialah orang yang mengais anugerah kebahagiaan.
2. Siapapun orangnya, yg mencintai Al-Qur’an, maka kebanyakan Al-Qur’an akan membawa dirinya teguh beriman, berakhlak mulia, menegakkan ibadah dan bila berharta akan memanfaatkan hartanya untuk perjuangan dan menggembirakan orang yang kekurangan.
🖍️ Catatan ;
Beramal dengan cara dan mekanisme dari segala macam apapun, baik rahasia ataupun terang-terangan semua itu apabila dilakukan dengan ketulusan hati, hanya murni karena Allah SWT., maka amalan tersebut akan ditetima oleh Allah SWT. Hingga penuh karunia tiada tara anugerah-Nya.
💍 Hikmah
Tiga modal perdagangan yang abadi, berkeuntungan berlipat ganda dan sebuah perdagangan yang tidak akan rugi yaitu:
1. Mengkaji Al Qur’an
2. Mendirikan salat
3. Peduli sesama.
🤲 Do’a
رَبِّ ٱجْعَلْ هَٰذَا بَلَدًا ءَامِنًا وَٱرْزُقْ أَهْلَهُۥ مِنَ ٱلثَّمَرَٰتِ مَنْ ءَامَنَ مِنْهُم بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ ۖ قَالَ وَمَن كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُۥ قَلِيلًا ثُمَّ أَضْطَرُّهُۥٓ إِلَىٰ عَذَابِ ٱلنَّارِ ۖ وَبِئْسَ ٱلْمَصِير
Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian. QS. Al-Baqarah 126
Penjelasan:
Doa di kala Nabi Ibrahim a.s meminta kepada Allah SWT agar Makkah menjadi kota yang aman, damai dan diberikan pula rezeki yang berlimpah kepada penduduk-nya. (*)
