Perdukunan dan Fenomena Lemah Iman

Perukunan dan Fenomena Lemah Iman
www.majelistabligh.id -

*)Oleh: Muhammad Nashihudin MSI
Ketua Majelis Tabligh PDM Jakarta Timur

Dukun adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan seseorang yang mengaku memiliki kemampuan untuk melakukan praktik keagamaan atau spiritual, seringkali dengan menggunakan metode yang tidak berdasarkan pada ilmu pengetahuan atau agama yang mainstream.

Jenis-Jenis Dukun
1. Dukun yang Mengaku Punya Kemampuan Supranatural: Beberapa dukun mengaku memiliki kemampuan supranatural, seperti kemampuan untuk melihat masa depan atau berkomunikasi dengan makhluk halus.
2. Dukun yang Menggunakan Metode Tradisional: Beberapa dukun menggunakan metode tradisional, seperti menggunakan ramalan atau jampi-jampi, untuk membantu orang lain.

Peran Dukun dalam Masyarakat
1. Membantu Orang Lain: Dukun seringkali berperan sebagai penolong bagi orang lain yang mencari jawaban atau solusi atas masalah mereka.
2. Menyediakan Layanan Spiritual: Dukun juga menyediakan layanan spiritual, seperti ritual atau doa, untuk membantu orang lain mencapai tujuan mereka.

Perdebatan tentang Dukun
1. Kontroversi tentang Kemampuan Dukun: Kemampuan dukun seringkali menjadi kontroversi, dengan beberapa orang percaya bahwa dukun memiliki kemampuan supranatural, sementara yang lain skeptis tentang klaim tersebut.
2. Risiko Penipuan: Dukun juga dapat menjadi sasaran penipuan, dengan beberapa orang menggunakan klaim supranatural untuk mendapatkan keuntungan finansial atau lainnya.

Pelajaran yang Dapat Diambil
1. Pentingnya Berhati-Hati: Ketika mencari bantuan dari dukun, penting untuk berhati-hati dan tidak terlalu percaya pada klaim supranatural tanpa bukti yang jelas.
2. Pentingnya Menggunakan Pengetahuan yang Valid: Penting untuk menggunakan pengetahuan yang valid dan berbasis pada ilmu pengetahuan untuk memahami dunia sekitar kita.

Dengan memahami konsep dukun, kita dapat meningkatkan kesadaran kita tentang pentingnya menggunakan pengetahuan yang valid dan berhati-hati dalam mencari bantuan dari dukun.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَعِنْدَهٗ مَفَا تِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَاۤ اِلَّا هُوَ ۗ وَيَعْلَمُ مَا فِى الْبَرِّ وَا لْبَحْرِ ۗ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَّرَقَةٍ اِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِيْ ظُلُمٰتِ الْاَ رْضِ وَلَا رَطْبٍ وَّلَا يَا بِسٍ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ

“Dan kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya; tidak ada yang mengetahui selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya. Tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, yang tidak tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 59)

Perdukunan masih rame di Indonesia karena memang banyak orang yang lemah imannya sehingga mereka mencari perlindungan selain Allah SWT. Sungguh tercela bagi yang percaya kepada dukun.
Dukun sebenarnya manusia biasa yang pura-pura tahu tentang alam ghaib, maka berhati-hatilah.

1. DAMPAK BURUK PERCAYA KEPADA DUKUN

Perdukunan menimbulkan berbagai kerusakan di tengah masyarakat kaum muslimin. Oleh karena itu, Islam mengecam berbagai macam praktik perdukunan dan melarang keras untuk mendatangi dukun. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَىْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

“Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal dan bertanya kepadanya tentang suatu perkara, maka shalatnya tidak akan diterima selama empat puluh hari”
(HR. Muslim).

Haram mendatangi dukun, tukang ramal, tukang sihir, menganggap sesuatu penyebab kesialan, dan memakai jimat.
Dari Wailah bin Asqa’ Radhiallahu anhu , ia berkata : “Saya mendengar Rasulullah Shalallahu’alaihi Wa Sallam bersabda, “Barangsiapa datang kepada dukun menanyakan sesuatu kepadanya, maka tertutup taubat darinya selama empat puluh malam, dan jika ia mempercayai perkataan dukun itu, ia kafir”. [HR. Thabrani]

عَنْ اَبِى الدَّرْدَاءِ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلَ اللهِ ص: لَنْ يَنَالَ الدَّرَجَاتِ اْلعُلَى مَنْ تَكَهَّنَ، اَوِ اسْتَقْسَمَ، اَوْ رَجَعَ مِنْ سَفَرِهِ تَطَيُّرًا. الطبرانى

Dari Abud Darda’ Radhiallahu anhu ia berkata, Rasulullah Shalallahu’alaihi Wa Sallam bersabda, “Tidak akan mencapai derajat yang tinggi orang yang percaya kepada dukun atau orang yang percaya kepada ramalan nasib atau kembali dari bepergian (menunda pemberangkatan) karena percaya bahwa waktu itu saat sial”. *
[HR. Thabrani]

عَنْ صَفِيَّةَ عَنْ بَعْضِ اَزْوَاجِ النَّبِيِّ ص عَنِ النَّبِيِّ ص قَالَ: مَنْ اَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَىْءٍ فَصَدَّقَهُ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةُ اَرْبَعِيْنَ لَيْلَةً. مسلم

Dari Shafiyah dari sebagian isteri Nabi Shalallahu’alaihi Wa Sallam dari Nabi Muhammad Shalallahu’alaihi Wa Sallam, beliau bersabda, _”Barangsiapa yang datang kepada tukang ramal, lalu menanyakan sesuatu kepadanya, lalu ia percaya terhadap apa yang diramalkan maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh malam”.
[HR. Muslim]

 

Tinggalkan Balasan

Search