Perempuan Muda Islam Berkemajuan, Jangan Pernah Berhenti Belajar

Ariati Dina (tengah), dalam acara Latihan Instruktur Nasyiatul Aisyiyah. (ist)
www.majelistabligh.id -

Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA), Ariati Dina, menegaskan bahwa perempuan muda islam berkemajuan adalah mereka yang mau belajar sepanjang hayat. Hal ini adalah ciri yang harus selalu dipegang teguh dalam setiap langkah perempuan Muhammadiyah.

“Bagaimana kita akan mampu untuk memberikan yang terbaik, mengkader, menghasilkan kader yang terbaik manakala kita sendiri sebagai instruktur tidak memiliki waktu untuk mau belajar,” Ariati Dina, dalam pembukaan Latihan Instruktur Nasyiatul Aisyiyah (LINA) pada Jumat (02/01/2025).

Ia menambahkan, telah menjadi salah satu tahapan penting dalam pengkaderan Nasyiah, melalui proses pembelajaran yang panjang, sehingga menuntut kesetiaan dan kesadaran mendalam akan pentingnya ideologi keinstrukturan itu sendiri. Lebih dari itu, Ariati menilai LINA tidak hanya sekadar sebagai ruang belajar atas keinstrukturan pengkaderan di Nasyiah saja, tetapi juga ruang belajar lintas aspek kehidupan, salah satunya aspek emosional.

“Memang karena proses pengkaderan itu adalah ruang untuk mengelola ego. Ruang untuk mengelola emosi. Termasuk di sini ruang untuk memurnikan niat dan memperbaiki arah keinstrukturan,” imbuhnya.

Sebagai kader maupun instruktur Nasyiah, Ariati menilai perlu adanya kepemilikan atas semangat, rasa penasaran, dan keinginan belajar yang tinggi. Menjadi pribadi yang layaknya gelas kosong,  senantiasa perlu diisi air yakni ilmu itu sendiri. Karena sejatinya, belajar adalah bagian dari proses pembentukan diri sebagai perempuan muda Islam berkemajuan. Meskipun dalam prosesnya senantiasa menuntut kesabaran dan ketekunan. “Instruktur yang kuat itu lahir dari proses yang jujur terhadap diri sendiri,” ungkap Ariati.

Ariati berharap selama tiga hari kegiatan, para peserta LINA dapat berpartisipasi aktif dalam menggali informasi dan wawasan baru dari para pakar berpengalaman. PPNA menargetkan lahirnya instruktur-instruktur baru yang berdaya saing unggul. Yang kelak akan menghadirkan pemimpin-pemimpin perempuan muda yang matang secara ideologis, emosional, dan berintegritas dalam menjalankan dakwah persyarikatan. (fiya)

 

Tinggalkan Balasan

Search