Perkuat Mutu Pendidikan, Kemendikdasmen Gandeng UEA-Kanada

Kemedikdasmen Abdul Mu'ti dan perwakilan McGill University. (ist)
www.majelistabligh.id -

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia meningkatkan mutu pendidikan dasar dan menengah melalui penguatan kemitraan strategis bersama McGill University Kanada dan Uni Emirat Arab (UEA).

Kolaborasi ini diarahkan untuk mempercepat penguatan kompetensi pendidik, pemimpin sekolah, dan sistem pendukungnya, sehingga layanan pendidikan bermutu, inklusif, dan berkelanjutan dapat menjangkau lebih banyak anak Indonesia.

Penguatan kemitraan tersebut mendapat dukungan hibah transformatif dari UEA melalui Khalifa Bin Zayed Al Nahyan Foundation kepada McGill University, untuk membentuk UAE–Indonesia Future Leaders Program. Program ini memobilisasi keahlian lintas disiplin dan beasiswa/keilmuan guna mendorong perubahan sosial serta merespons kebutuhan masa depan pada bidang-bidang seperti keberlanjutan, teknik, kesehatan, dan pendidikan guru.

Kemitraan trilateral ini dibangun di atas Memorandum Saling Pengertian (MSP) antara Kemendikdasmen dan McGill University yang telah ditandatangani di Jakarta.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa penguatan kualitas guru dan kepemimpinan sekolah merupakan investasi berdampak besar dan berjangka panjang. Melalui kolaborasi ini, Kemendikdasmen mendorong pengembangan profesional terstruktur terhadap realitas lokal, untuk memperkuat literasi, numerasi, kesejahteraan peserta didik, serta pembelajaran mendalam.

“Penguatan kualitas guru dan kepemimpinan sekolah adalah investasi yang berdampak besar dan berjangka panjang. Guru dan pemimpin sekolah yang berkualitas merupakan kunci daya ungkit perbaikan pendidikan yang berkelanjutan,” ujar Menteri Mu’ti.

Dalam MSP tersebut, Kemendikdasmen dan Universitas Indonesia menjadi mitra utama. McGill University juga berperan sebagai penghubung terbentuknya jejaring kolaborasi baru antara Universitas Indonesia dan sejumlah perguruan tinggi di UEA, termasuk United Arab Emirates University, University of Sharjah, Khalifa University, dan Zayed University.

Program ini dirancang sebagai inisiatif lima tahun yang memperkuat pendidikan guru dan kepemimpinan sekolah, antara lain melalui program International Leadership in Education and Administrative Development (ILEAD) di Faculty of Education McGill. Sasaran utamanya meliputi widyaiswara, guru dalam jabatan, kepala sekolah, serta administrator pendidikan agar memiliki perangkat kepemimpinan di kelas, sekolah, dan struktur tata kelola pendidikan.

“Kemitraan ini tidak hanya memperkuat sektor pendidikan, tetapi juga membuka jalur pengembangan talenta lintas sektor yang relevan dengan tantangan pembangunan Indonesia di masa depan,” tegas Menteri Mu’ti. (*/tim)

Tinggalkan Balasan

Search