Pertama dalam Sejarah, Kota New York Penuh Lampu Ucapan Idulfitri

Gemerlap lampu simbol Idulfitri di tengah kota New York. (ist)
www.majelistabligh.id -

Untuk pertama kalinya dalam sejarah modern Kota New York, Amerika Serikat, menyambut akhir Ramadan dan merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah ditandai dengan penyalaan lampu bertuliskan “EID MUBARAK!” di ruang publik. Momen tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi simbol kuat pengakuan identitas Muslim di salah satu kota paling berpengaruh di dunia itu.

Di balik peristiwa bersejarah ini, berdiri sosok Zohran Mamdani, figur yang dalam waktu singkat menjadi representasi perubahan wajah kepemimpinan di Amerika Serikat. Dalam video singkat Jumat (20/3/2026), Walikota Zohran Mamdani meresmikan lampu-lampu Idul Fitri di Harlem, menandai perayaan yang terlihat di seluruh Kota New York.

Penyalaan lampu bertuliskan “EID MUBARAK (Selamat Hari raya Ied)” di kawasan Harlem menjadi penanda visual yang kuat bahwa Islam kini hadir secara terbuka dan diakui dalam lanskap budaya New York. Bukan sekedar simbol religius, tetapi juga pesan inklusivitas di tengah keberagaman kota tersebut.

Sebagai wali kota Muslim pertama, Mamdani tidak hanya hadir secara simbolik, tetapi juga aktif menghidupkan nilai-nilai Ramadan di ruang publik.

Walikota Mamdani telah secara aktif merayakan Ramadan dan Idul Fitri, mengangkat kehidupan Muslim di Kota New York dengan menyelenggarakan buka puasa bersama dan menyampaikan salam tradisional, menumbuhkan kegembiraan dan kebersamaan, khususnya melalui inisiatif di tempat-tempat seperti Rikers Island dan dengan kelompok-kelompok Muslim lokal yang beragam.

Langkah-langkah itu menunjukkan, Ramadan tidak lagi menjadi praktik privat semata, tetapi telah menjadi bagian dari kehidupan sosial kota. Iftar bersama, sapaan hangat, hingga kegiatan lintas komunitas menjadi jembatan yang memperkuat kohesi sosial.

Selain itu, Kantor Advokat Publik Kota New York juga mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh warga New York yang merayakan berakhirnya bulan suci Ramadan.

“Pelajaran Ramadan bersifat universal, mengingatkan kita bahwa kekuatan kita akan menjadi paling besar ketika dibagikan bersama,” tulis Kantor Advokat Publik Kota New York dalam unggahan foto di akun media sosialnya.

Pesan tersebut menegaskan, Ramadan bukan hanya milik umat Islam, tetapi membawa nilai universal, memperkuat solidaritas, empati, dan kebersamaan. Namun, di balik suasana penuh suka cita, Mamdani juga mengingatkan realitas yang lebih dalam.

“Selama hampir sepanjang sejarah Kota New York, selalu ada warga Muslim di kota ini. Namun masih mengalami diskriminasi,” ujarnya.

Namun kini, melalui simbol sederhana seperti lampu “EID MUBARAK”, narasi itu perlahan berubah, dari keterpinggiran menuju pengakuan, dari invisibilitas menuju visibilitas. Di tengah dunia yang kerap terbelah oleh konflik dan prasangka, cahaya “EID MUBARAK” dari New York seakan berkata, harapan itu masih ada dan ia bersinar untuk semua. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search