Pesan untuk seluruh jemaah dan para petugas haji, khususnya bagi Bapak/Ibu yang sedang sakit dan dirawat di KKHI (Klinik Kesehatan Haji Indonesia), agar senantiasa menjaga makna kesucian niat dalam berhaji.
Semoga niat tersebut tidak terkotori oleh berbagai persoalan selama perjalanan haji dalam rangka memenuhi panggilan suci dari Allah SWT.
Sungguh, berbahagialah orang-orang yang mensucikan diri dengan penuh kesucian dan keimanan.
“Qad aflaha man tazakka”
(Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri dengan beriman). (QS Al-A‘la: 14)
Pesan singkat ini juga terpampang pada dinding tembok dalam bentuk kaligrafi di ruang bimbingan ibadah dan ruang lainnya di Kantor Daerah Kerja (DAKER) Madinah yang berfokus pada urusan perhajian.
Melalui bacaan talbiyah, kita memberikan respons secara langsung dalam memenuhi panggilan-Nya:
“Ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu…”
Sesulit apa pun yang aku hadapi, ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu.
Tumpahkanlah rahmat dan kasih sayang-Mu, ampunilah segala keluh kesah yang tidak berarti.
Hanya Engkaulah Yang Maha Suci.
Pikiran dan perasaan kami tertimpa banyak kesulitan, meskipun tidak seberat permasalahan dan penderitaan yang dialami oleh Nabi Ayyub, para nabi, dan para rasul-Mu.
Nabi Ayyub telah mengumandangkan ungkapan:
“Anni massaniyad-durru wa anta arhamur-rahimin”
(Sesungguhnya aku telah ditimpa kesusahan, dan Engkaulah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang). (QS Al-Anbiya’: 83)
Hanya Engkaulah yang mengetahui segala ungkapan isi hati dan petunjuk yang berarti.
Anugerah datang melimpah untuk keluarga, anak, dan istri; menentramkan segala kondisi. Terpatri takdir yang abadi, Engkau kabulkan hajat kami.
Bimbinglah kami. Bimbinglah perjalanan suci kami, perjalanan seluruh jemaah Indonesia yang sedang berhaji, agar terhindar dari kendala dan kesulitan dalam menempuh ibadah kami, meskipun tidak sebesar anugerah yang Engkau tumpahkan kepada para nabi dan rasul-Mu.
Ya Allah, yaa Rabbi, sesungguhnya kami beserta seluruh jemaah haji sangat memerlukan segala bentuk kebaikan dan pertolongan yang Engkau limpahkan untuk perjalanan suci ini. Sebagaimana doa yang dilantunkan oleh Nabi Musa ‘alaihis salam dalam QS Al-Qashash: 24:
“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan (makanan) yang Engkau turunkan kepadaku.”
Ya Allah, istajib du‘aana, ya Maulana, yaa Rabbal ‘alamin.
Aamiin, yaa Rabbal ‘alamin. (*)
