Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Bandara menyatakan kesiapan penuh menyambut kedatangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua yang mulai mendarat di Bandara Internasional King Abdulaziz (KAIA), Jeddah, pada Sabtu (17/5/2025) hari ini.
Kepala Daker Bandara, Abdul Basir, menyampaikan bahwa seluruh prosedur teknis dan koordinasi dengan pihak bandara serta perwakilan syarikah telah dimatangkan demi kelancaran proses kedatangan.
“Kami telah melakukan berbagai persiapan dan mengadakan pertemuan dengan otoritas bandara serta perwakilan syarikah untuk menyambut jemaah haji gelombang kedua,” ujar Basir di Jeddah, Jumat (16/5) malam.

Pada hari pertama, sebanyak 5.329 jemaah dari 18 kloter dijadwalkan tiba, dengan kloter pertama berasal dari embarkasi Padang (PDG 8) yang mendarat pada pukul 05.25 Waktu Arab Saudi (WAS). Kedatangan jemaah gelombang kedua ini akan berlangsung hingga 31 Mei 2025.
Sementara itu, proses kedatangan jemaah haji gelombang pertama melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah telah ditutup. Kloter terakhir, JKS 17, tiba pada Sabtu dini hari (17/5) pukul 02.59 WAS. Total jemaah yang telah tiba di Madinah mencapai 101.302 orang dari 260 kloter, atau sekitar 49,82 persen dari total jemaah haji reguler tahun ini.
Basir menjelaskan, jemaah dari embarkasi JKG (Jakarta Pondok Gede), JKS (Jakarta Bekasi), SOC (Solo), dan SUB (Surabaya) akan langsung menuju Makkah melalui jalur fast track (Makkah Route). Prosedur imigrasi mereka telah diselesaikan di bandara asal oleh petugas imigrasi Arab Saudi, sehingga mempersingkat waktu di bandara kedatangan.
Sementara jemaah dari embarkasi lainnya akan melalui terminal haji atau terminal internasional, di mana mereka akan menjalani pemeriksaan paspor oleh pihak imigrasi Bandara Jeddah.
Lebih lanjut, seluruh jemaah akan diarahkan ke layanan syarikah masing-masing. Tahun ini, terdapat delapan syarikah resmi yang ditunjuk Pemerintah Arab Saudi sebagai penyedia layanan terpadu haji bagi jemaah Indonesia.
“Semua jemaah akan dilayani sesuai dengan syarikah yang telah ditetapkan. Ini bagian dari upaya bersama demi kenyamanan dan kelancaran ibadah haji,” pungkas Basir. (afifun nidlom)
