Tim Polisi Sekolah (Polsek) dan Student Care di SD Muhammadiyah 6 (SD Musix) Gadung Surabaya selalu sigap menjalankan tugas menjaga ketertiban dan kelancaran kegiatan siswa. Program ini dirancang untuk melatih keterampilan sosial dan kedisiplinan siswa. Kedua tim ini secara aktif terlibat dalam kegiatan sekolah, terutama yang berhubungan langsung dengan siswa.
“Keanggotaan tim ini berada di bawah pembinaan bagian kesiswaan,” ujar Kepala Urusan (Kaur) Kesiswaan SD Musix Hidayatun Ni’mah, S.Ag, MPd.
Ditambahkannya, tugas para anggota Polsek dan Student Care antara lain membantu mengatur shaf saat pelaksanaan pembiasaan salat Dhuha di halaman sekolah.
Selain itu, mereka juga bertugas menertibkan siswa yang datang terlambat. Siswa yang datang setelah salat dimulai tidak diperkenankan langsung masuk kelas.
“Para petugas Polsek akan menata tas anak-anak yang terlambat di sisi selatan jamaah salat Dhuha,” tambahnya.
Para petugas disiplin ini dilengkapi kostum khusus berupa rompi hitam dengan tulisan Polisi Sekolah (Polsek) di bagian belakang dan logo Gen-Q di dada sebelah kiri.
Dalam pelaksanaan tugasnya, mereka dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama bertugas di pintu gerbang, kelompok kedua mengarahkan siswa yang terlambat untuk segera mengikuti salat Dhuha, dan kelompok ketiga mengatur tas siswa yang terlambat.
“Saya bertugas menata tas teman-teman yang terlambat,” kata Syailendra Irsyad Pratama, salah satu anggota tim pengatur tas.
Selain bertugas di pagi hari, mereka juga aktif saat salat Dzuhur. Sebagian dari mereka membantu mengingatkan siswa agar merapikan sandal dan sepatu sebelum masuk masjid.
Kegiatan ini disambut antusias oleh para siswa, terutama mereka yang terpilih menjadi anggota tim. Salah satunya adalah Kaleena Athalla Azizah dari kelas 5-A.
“Kegiatan yang saya sukai adalah saat menjenguk teman yang sedang sakit,” ujar Kaleena yang baru saja bergabung dengan tim.
Kegiatan unggulan tim ini memang adalah menjenguk teman, orang tua siswa, atau siapa saja yang sedang sakit, baik di rumah maupun di rumah sakit.
“Mereka sudah disiapkan untuk memberikan sambutan dan juga menyampaikan doa,” tutur Bu Ida, sapaan akrab Hidayatun Ni’mah. (basirun)
