PP ‘Aisyiyah Pastikan Pendidikan Anak di Lokasi Bencana Sudah Berjalan

Anak-anak penyintas bencana Sumatra menjalani trauma healing. (ist)
www.majelistabligh.id -

Pendidikan di daerah bencana Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat, benar-benar menjadi prioritas Muhammadiyah meski belum sepenuhnya pulih. Selain Menteri Diknasmen, Abdul Mu’ti, datang langsung di lokasi bencana untuk memastikan hari pertama sekolah semester genap 2026, juga Pimpinan Pusat Aisyiyah mendorong pendidikan anak usia dini sudah berjalan meski dalam keterbatasan.

Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah (PP ‘Aisyiyah), Salmah Orbayinah, bersama Majelis Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah (Majelis PAUD Dasmen) memberikan penguatan kepada para guru TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) di lokasi bencana. Mereka juga memastikan anak-anak tetap mendapatkan layanan pendidikan yang aman, inklusif, dan berorientasi pada pemulihan pascalibur sekolah.

Di tengah situasi pascabencana, keberlangsungan pendidikan anak menjadi perhatian utama ‘Aisyiyah. Dalam pengarahannya, Salmah Orbayinah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada para guru TK, termasuk TK ABA.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kemendikdasmen atas perhatian penuh kepada para guru TK, termasuk TK ABA, serta bantuan yang telah diberikan, di antaranya berupa school kit dan bantuan langsung kepada Para Guru TK,” ujar Salmah.

Lebih lanjut, Salmah mengajak para guru TK ABA untuk terus menyalakan semangat dakwah ‘Aisyiyah di bidang pendidikan, sebagaimana sejak awal berdirinya ‘Aisyiyah telah memberikan akses belajar bagi anak-anak.

Ia menegaskan bahwa ‘Aisyiyah terus melakukan konsolidasi gerakan melalui penggalangan dana, layanan psikososial, peralatan dapur, serta dukungan bagi guru dengan berkoordinasi bersama MDMC PP Muhammadiyah dalam gerakan One Muhammadiyah One Response (OMOR).

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah yang membidangi PAUD Dasmen, Rohimi Zamzam, menegaskan peran strategis guru TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) sebagai garda terdepan dalam memastikan pendidikan tetap berjalan di tengah situasi pascabencana.

Menurutnya, kondisi darurat tidak boleh menjadi alasan terhentinya proses belajar anak, karena setiap anak memiliki hak untuk belajar dalam suasana yang aman, penuh harapan, dan optimisme. “Kesiapsiagaan pendidikan tidak hanya menyangkut prosedur dan sarana, tetapi juga kesiapan mental, spiritual, dan moral para pendidik,” ujar Rohimi.

Sebelumnya, pada hari pertama sekolah semester genap 2026, Menteri Dikdasmen Abdul Mu’ti, memimpin upacara di SMA Negeri 4 Kejuruan Muda, Aceh Tamiang, Senin (5/1/2026). Meski kondisi pascabencana belum pulih semuanya, tetapi para siswa dan guru tetap masuk sekolah dan menjalankan proses belajar mengajar. “Saya salut atas ketegaran dan kesabaran kalian semua,” ungkap Abdul Mu’ti.

Pihaknya mengatakan bahwa musibah dan bencana yang terjadi ini bukanlah hukuman, tetapi suatu ujian untuk menguji umat manusia khususnya di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat, agar dapat mengatasi masalah dengan percaya diri. Calon-calon pemimpin harus mengalami berbagai ujian dan rintangan, dan bagaimana mereka berusaha dan mampu mengatasi masalah dan ujian tersebut.

Meski masih dalam kesulitan, Abdul Mu’ti minta agar para siswa tidak boleh kehilangan optimisme dan putus asa. “Kita harus tetap optimis dan yakinlah kita akan songsong masa depan yang lebih baik,” tandasnya. (*/nun)

 

Tinggalkan Balasan

Search