Presiden Prabowo Subianto melantik Prof. Brian Yuliarto sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) dalam reshuffle Kabinet Merah Putih pada Rabu (19/2/2025). Ia menggantikan Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro dalam pemerintahan Prabowo-Gibran yang baru berjalan empat bulan sejak Oktober 2024.
Pengangkatan ini berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor XXVIP Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Negara. Sejumlah pejabat lainnya juga turut dilantik dalam acara resmi di Istana Negara, Jakarta.
Prof. Brian adalah akademisi dan peneliti di bidang Teknik Fisika yang mengajar di Fakultas Teknologi Industri (FTI) Insitut Teknologi Bandung (ITB). Sebelumnya, ia menjabat sebagai Ketua Majelis Lembaga Kajian dan Kemitraan Strategis (LKKS) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat. Dedikasinya di dunia akademik membawanya meraih Anugerah Talenta Unggul Habibie Prize 2024 dalam bidang Ilmu Rekayasa.
Dengan pengalaman dan rekam jejaknya, ia diharapkan dapat mendorong kebijakan pendidikan tinggi berbasis riset dan teknologi.
Selain Prof. Brian, Prabowo juga melantik Letjen TNI (Purn) Nugroho Sulistio Budi sebagai Kepala Badan Sandi dan Siber Negara (BSSN). Amalia Adininggar Widyasanti ditunjuk sebagai Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), didampingi oleh Soni Hari Budi Utomo sebagai wakilnya.
Sementara itu, Muhammad Yusuf Ateh menjadi Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dengan Agustina Arum Sari sebagai wakilnya. Pergantian ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas pemerintahan.
Prof. Brian termasuk dalam daftar 2% ilmuwan top dunia versi pemeringkatan yang dilakukan oleh tim peneliti Stanford University, Elsevier, dan SciTech Strategies. Prestasi ini membuktikan kapabilitasnya dalam penelitian dan inovasi di tingkat global. Dengan rekam jejak tersebut, ia diharapkan dapat mendorong penguatan riset dan teknologi di lingkungan perguruan tinggi Indonesia.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal PLOS Biology 2020 menggunakan metodologi baru dalam menilai ilmuwan paling berpengaruh di dunia. Basis data top-cited scientists melibatkan lebih dari 100.000 peneliti dari berbagai disiplin ilmu. Indikator utama meliputi jumlah sitasi, h-index, co-authorship, adjusted hm-index, serta kontribusi dalam berbagai posisi kepengarangan. Prof. Brian menonjol dalam bidang ilmu rekayasa dan teknik.
Sebagai Ketua Majelis LKKS PWM Jawa Barat, Prof. Brian memiliki pengalaman dalam merancang strategi riset dan membangun kemitraan antara universitas dan industri. Hal ini menunjukkan peran Muhammadiyah dalam mendukung kemajuan pendidikan tinggi. Dengan latar belakang akademik yang kuat, ia diharapkan mampu mengembangkan kebijakan yang memperkuat inovasi berbasis penelitian.
Pergantian kabinet ini mencerminkan langkah awal pemerintahan Prabowo-Gibran dalam mengoptimalkan efektivitas pemerintahan. Keberadaan akademisi dan praktisi dalam kabinet diharapkan mampu mempercepat implementasi kebijakan di sektor pendidikan tinggi, riset, dan teknologi. Dengan tim yang lebih solid, pemerintah menargetkan pertumbuhan yang lebih signifikan dalam berbagai sektor pembangunan nasional. (roissudin)
