Inna lillah wa Inna ilaihi rajiun. Pondok Modern Darussalam Gontor berduka. Prof. Dr. KH. Amal Fathullah Zarkasyi, pengasuh pondok modern tersebut, wafat pada Sabtu (02/01/2026) pukul 12.14 WIB, di RS Moewardi Solo. Kepergian almarhum menjadi kehilangan besar dari para kolegannya serta para santri dan alumni pondok pesantren tersebut.
Secara khusus, pimpinan dan pengurus majelis tabligh, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim menyatakan rasa bela sungkawa yang mendalam. Sebab beliau adalah sosok teladan, khususnya dalam dakwah yang tak kenal lelah. Diiringi doa semoga almarhum diterima segala amalnya, dan ditempatkan di Jannatun Na’im.
Almarhum merupakan akademisi terkemuka, putra KH Imam Zarkasyi, salah satu dari tiga pendiri (Trimurti) Pondok Gontor. Tumbuh dalam lingkungan pesantren yang kental dengan disiplin dan nilai-nilai keislaman, Kyai Amal mewarisi semangat perjuangan sang ayah dalam mengabdikan diri pada dunia pendidikan dan dakwah.
Pendidikan formal Kyai Amal Fathullah dimulai dari KMI Gontor, yang kemudian membawanya melalang buana ke berbagai institusi pendidikan internasional. Beliau meraih gelar sarjana dan magister di bidang teologi dan filsafat Islam dari Universitas Darul Ulum, Kairo, Mesir.
Dalam karier akademisnya, Prof. Amal memiliki peran sentral dalam transformasi institusi pendidikan di Gontor. Beliau merupakan tokoh kunci di balik perkembangan Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, di mana almarhum pernah menjabat sebagai rektor. Di bawah kepemimpinannya, UNIDA Gontor berhasil mengukuhkan diri sebagai universitas berbasis pesantren yang memadukan keilmuan kontemporer dengan nilai-nilai tradisional Islam, sebuah konsep “Islamisasi Ilmu Pengetahuan” yang selalu beliau gaungkan.
Sebagai seorang pakar filsafat dan teologi, Prof. Amal sangat aktif dalam kancah pemikiran Islam. Beliau dikenal melalui karya-karyanya yang tajam dan mendalam terkait isu-isu akidah, pemikiran modern, hingga tantangan liberalisme di dunia Islam. Keahliannya ini membawa beliau dipercaya menduduki berbagai posisi strategis, termasuk menjadi anggota Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat dan aktif dalam organisasi kerja sama universitas Islam dunia (FUIW).
Wafatnya almarhum tentu saja menjadi kehilangan besar bagi para kolega yang selama ini berjuang bersama almarhum. Seperti halnya Keluarga Besar Lembaga Pengembangan Pesantren Pimpinan Pusat Muhammadiyah, turut berduka cita atas berpulangnya almarhum. Diiringi doa semoga almarhum husnul khatimah, diterima segala amalnya, ditempatkan di Jannatun Na’im, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan, Aamiin YRA. (nun)
