Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo, Prof. A. Dzo’ul Milal, menyampaikan kajian Qiyamul Ramadan di Masjid An-Nur Sidoarjo pada Sabtu (1/3/2025) malam.
Dalam kajiannya, beliau menekankan pentingnya memiliki standar dalam menjalankan ibadah selama Ramadan agar kualitas ibadah semakin meningkat dari waktu ke waktu.
Menurut Dzo’ul Milal, setiap individu harus memiliki benchmarking atau tolok ukur dalam menjalankan puasa dan ibadah lainnya selama bulan Ramadan. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur’an:
“Barang siapa menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalas dengan baik.” (QS. Al-Isra: 19).
“Kita harus melihat apa yang telah kita lakukan sebagai bahan pertimbangan. Sudah berapa lembar Al-Qur’an yang kita baca? Berapa menit waktu yang kita habiskan untuk mengaji? Apakah jumlahnya bertambah dari hari ke hari?” ujarnya.
Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas dalam shalat. Tidak hanya sekadar menjalankan shalat wajib, tetapi juga memperhatikan shalat sunnah seperti qiyamul lail, rawatib, dan ibadah lainnya.
“Kita harus terus bermuhasabah. Apakah shalat yang kita lakukan hanya sekadar dalam segi kuantitas, atau sudah ada peningkatan dalam hal kekhusyukan?” tambahnya.
Hal ini sesuai dengan firman Allah:
“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang khusyuk dalam salatnya.” (QS. Al-Mu’minun: 1-2).
Dzo’ul Milal juga menyoroti pentingnya zikir dalam kehidupan sehari-hari. “Zikir bisa dilakukan di mana saja. Sudah berapa banyak kita mengucapkan Subhanallah, walhamdulillah, wa laa ilaaha illallah dan seterusnya? Ini juga bagian dari muhasabah,” tuturnya.
Dalam kajian tersebut, ia juga mengingatkan jamaah akan pentingnya menjalankan puasa dengan penuh keimanan dan keikhlasan. Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW:
“Man shoma Ramadhana imanan wahtisaban, ghufira lahu ma taqaddama min dhanbih.” (HR. Bukhari dan Muslim), yang berarti, “Barang siapa berpuasa di bulan Ramadan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.”
Beliau juga menambahkan bahwa Ramadan adalah kesempatan untuk memperbanyak amal kebaikan, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an:
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.” (QS. Al-Bayyinah: 7).
“Ramadan itu ibadah 24 jam penuh. Oleh karena itu, kita harus memastikan apakah ibadah yang kita lakukan sudah benar-benar imanan wahtisaban atau belum. Jika kita menyadari hal ini, insya Allah kita akan mendapatkan janji Allah, yaitu pengampunan dosa,” ungkapnya.
Sebagai penutup, Dzo’ul Milal mengajak seluruh jamaah untuk terus bermuhasabah dalam menjalankan ibadah selama Ramadan.
“Setiap hari harus lebih baik dari sebelumnya. Kita harus memiliki standar dalam beribadah agar kualitasnya semakin meningkat. Mudah-mudahan dengan usaha ini, Allah memberikan pahala dan mengampuni dosa-dosa kita,” tandasnya.
Kajian Qiyamul Ramadan ini disambut antusias oleh para jamaah Masjid An-Nur Sidoarjo, yang berharap dapat terus meningkatkan kualitas ibadah mereka selama bulan suci ini. (wh)