Prof Kasman, M.Fil.I Dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Hadis di UIN KHAS Jember

Prof Kasman, M.Fil.I Dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Hadis di UIN KHAS Jember
www.majelistabligh.id -

Suasana khidmat menyelimuti Auditorium Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Shiddiq (UIN KHAS) Jember pagi ini, saat seorang tokoh Muhammadiyah Jawa Timur, Prof. Dr. Kasman, M.Fil.I, resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Hadis.

Dalam prosesi yang dihadiri civitas akademika, keluarga, dan tamu undangan, pengukuhan ini menjadi lebih istimewa karena dilakukan bersamaan dengan tiga guru besar lainnya.

Prof. Kasman bukanlah sosok asing di kalangan umat Islam, khususnya di Muhammadiyah. Dia pernah menjabat sebagai Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Jember periode 2010–2015 dan dikenal sebagai akademisi yang konsisten membumikan hadis dalam konteks kekinian.

Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “Riwayat-riwayat tentang Ibadah Haji Aisyah pada Waktu Haji Wada’ dan Implikasinya terhadap Fikih Haji”, ia mengangkat isu penting seputar fleksibilitas niat dalam pelaksanaan ibadah haji.

Dengan pendekatan filologis dan analitis terhadap riwayat-riwayat hadis, Prof. Kasman memaparkan, terdapat enam bentuk perubahan niat dalam ibadah haji yang mungkin dilakukan seseorang: dari tamattu’ ke ifrad, dari tamattu’ ke qiran, dari qiran ke ifrad, dari qiran ke tamattu’, dari ifrad ke qiran, dan dari ifrad ke tamattu’.

Analisis tersebut membuka ruang baru dalam pemahaman fikih haji kontemporer, khususnya dalam merespons dinamika pelaksanaan ibadah di lapangan.

“Menjadi Guru Besar tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Ini adalah anugerah besar dari Allah SWT,” tutur Prof. Kasman dengan mata berkaca-kaca.

Dia mengaku perjalanan akademiknya penuh liku, namun semangat untuk terus belajar tak pernah padam.

“Saya berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung saya selama ini. Terutama kepada rektor, senat, kolega, sahabat, dan keluarga saya yang tidak pernah lelah mendoakan,” tambahnya.

Dalam sambutannya, Rektor UIN KHAS Jember Prof. Dr. H. Hepni, S.Ag., M.M., CPEM menyampaikan, seorang Guru Besar memiliki tanggung jawab moral dan akademik yang besar.

“Guru Besar harus menjadi teladan dalam pemikiran, sikap, dan perilaku. Ia bukan hanya simbol akademik, tetapi juga harus mampu memberikan inspirasi, solusi, dan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan agama,” ujar Hepni.

Prof. Kasman lahir di Desa Bulubrangsi, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan pada tahun 1971. Sejak kecil, ia sudah menunjukkan ketekunan dalam menuntut ilmu, meskipun berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Pendidikan dasarnya ia tempuh di MI Muhammadiyah Bulubrangsi, lalu melanjutkan ke MTs Muhammadiyah 04 Bulubrangsi, dan MA Muhammadiyah 03 Godong.

Semangat belajarnya membawanya ke UIN Sunan Ampel Surabaya, tempat ia menyelesaikan pendidikan S1 hingga S3 dalam bidang studi hadis.

Mengabdi di UIN KHAS Jember selama 28 tahun, Prof. Kasman dikenal sebagai dosen yang rendah hati, berdedikasi, dan aktif dalam pengembangan ilmu-ilmu keislaman, khususnya hadis.

Di luar kampus, ia juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial-keagamaan, mencerminkan sinergi antara akademisi dan penggerak dakwah.

Dia hidup bersama istri dan empat orang anaknya yang menjadi penyemangat dalam menempuh perjalanan hidup yang penuh perjuangan.

Baginya, gelar Guru Besar bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab lebih besar untuk terus berkarya dan mencerdaskan umat.

Pengukuhan Prof. Kasman sebagai Guru Besar bukan hanya kebanggaan bagi keluarga besar UIN KHAS Jember, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda dari desa-desa kecil di pelosok negeri.

Bahwa dengan ketekunan, ilmu, dan doa, siapapun bisa meraih puncak prestasi, bahkan dari titik nol. (msf/wh)

Tinggalkan Balasan

Search