Prof. Nazaruddin Malik: Pendidikan Muhammadiyah Harus Mandiri dan Berkarakter

www.majelistabligh.id -

Pendidikan Muhammadiyah harus melahirkan manusia yang mandiri, berkarakter unggul, dan mampu menjembatani antara iman dan amal saleh.

Pesan kuat ini disampaikan Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.M. saat menyampaikan sambutan mewakili Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dalam pembukaan Training of Trainers (TOT) Fasilitator Nasional Pembelajaran, Rabu (23/7/2025).

Dalam arahannya, Nazar menegaskan bahwa pendidikan Muhammadiyah tidak boleh hanya berorientasi pada transfer ilmu pengetahuan semata.

“Pak Malik Fadjar sering berpesan, jangan sampai ruh sekolah dan ruh guru tidak tersambung dalam mengajar,” ungkapnya, mengingatkan pentingnya konektivitas spiritual dan moral dalam proses pendidikan.

Kegiatan TOT Fasilitator Nasional ini diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan digelar di Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Provinsi Jawa Timur, Jl. Raya Arhanud, Sekar Putih, Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, pada Rabu–Ahad, 23–27 Juli 2025.

Sebanyak 82 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari perwakilan Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah, PWM, serta fasilitator Diksuspala dan Diksuspim. Sekitar 40 persen peserta berasal dari kalangan guru Muhammadiyah, mencerminkan semangat pembaruan dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah-sekolah Muhammadiyah.

Lebih lanjut, Nazar menegaskan kemandirian dan karakter dalam pendidikan Muhammadiyah.

“Pendidikan Muhammadiyah harus mandiri, tidak boleh bergantung kepada seseorang agar mendapatkan kepercayaan. Inilah yang disebut unggul,” tegas rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini.

Dia juga menyatakan bahwa pendidikan Muhammadiyah harus mampu mencetak insan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan sosial.

“Islam itu ya iman dan amal shaleh. Muhammadiyah itu sama dengan iman dan amal shaleh,” imbuhnya.

Sekolah Muhammadiyah, lanjut Nazar, dirancang untuk menjadikan peserta didik berdaya dan tidak tergantung kepada orang lain.

Oleh karena itu, ia mendorong adanya kreativitas dan kemampuan kolaboratif tinggi sebagai ciri khas pendidikan Muhammadiyah yang unggul.

“Sekolah Muhammadiyah harus memiliki kreativitas yang tinggi. Life skill juga penting bagi sekolah Muhammadiyah, agar alumninya bisa menghadapi tantangan kehidupan nyata,” ucapnya.

Di akhir sambutannya, Nazar menekankan bahwa para fasilitator yang dilatih dalam TOT ini harus menjadi motor penggerak dalam transformasi pembelajaran.

“Para fasilitator harus mampu melakukan pembelajaran yang reflektif, kompetitif, dan transformatif,” tandasnya. (msf/wh)

Tinggalkan Balasan

Search