PTMA Harus Punya Pusat Kajian yang Visioner

Irwan Akib, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
www.majelistabligh.id -

Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) harus memiliki pusat kajian yang tidak hanya menjadi ruang akademik, juga berfungsi sebagai rujukan utama dalam merespons berbagai isu strategis sosial, kebangsaan, dan perkembangan global.

“PTMA tidak hanya berperan menghasilkan lulusan, tapi juga diharapkan mampu melahirkan produk-produk kajian strategis yang relevan dengan kebutuhan persyarikatan dan masyarakat,” kata Irwan Akib, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Irwan Akib menambahkan, pusat kajian strategis menjadi pusat analisis berbagai persoalan dan isu terkini. Kajian strategis sangat penting agar Muhammadiyah memiliki sikap dan langkah yang terukur dalam menghadapi dinamika zaman. Tanpa adanya kajian yang kuat, kebijakan yang diambil berisiko tidak kontekstual dan kurang berkelanjutan.

“Pusat-pusat kajian di PTMA perlu difungsikan secara optimal sebagai think tank yang mampu membaca persoalan aktual sekaligus memproyeksikan tantangan masa depan,” ucap Irwan.

Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah saat ini tengah menjalankan program strategis untuk merumuskan arah dan agenda persyarikatan ke depan. Dalam konteks ini, Irwan berharap PTMA lebih serius mengembangkan pusat kajian strategis agar pada Muktamar Muhammadiyah 2027 mendatang sudah tersedia rekomendasi kebijakan yang siap diimplementasikan.

“Kita masih memiliki waktu satu tahun ke depan. Ini membutuhkan kerja keras dengan berbagai dinamika yang ada di majelis. Kerja sama lintas majelis juga perlu dikolaborasikan,” ujar Irwan.

Dengan penguatan kajian strategis di PTMA, diharapkan mampu berperan sebagai pusat pemikiran yang tak hanya responsif terhadap isu terkini dan isu strategis, namun juga visioner dalam menyiapkan masa depan persyarikatan. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search