PWM Jatim Dorong Majelis dan Lembaga Kolaborasi Program dengan Dunia Internasional

Prof. Biyanto
www.majelistabligh.id -

Meski sudah banyak rencana kegiatan yang dilakukan majelis dan lembaga di bawah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim, tetapi ada beberapa potensi program yang belum dieksplor. Program yang belum banyak direncanakan tersebut di antaranya adalah melakukan kolaborasi dan kerjasama dengan negara-negara internasional.

“Saya lihat dan perhatikan, program yang direncanakan sudah bagus dan detil, termasuk rencana anggarannya. Tetapi setelah saya cermati lagi, masih belum ada program yang bersifat kolaborasi dan kerjasama internasional,” kata Prof. Dr. Biyanto,M.Ag., Sekretaris PWM Jatim, saat menutup rapat kerja dan rencana anggaran belanja majelis lembaga PWM Jatim, di kampus Universitas Surabaya (UMSURA), Jumat (9/1/2026).

Ia menambahkan, sebenarnya ada beberapa negara yang bisa diajak kerjasama dalam bidang-bidang tertentu, seperti Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang dan lain-lain. “Kita sebenarnya bisa bekerjasama dengan negara-negara tersebut, dalam bidang pendidikan, ilmu dan teknologi, juga bidang politik dan sosial,” kata Biyanto.

Program lain yang belum banyak diakses adalah masalah ideologi Al-Islami dan Kemuhammadiyahan (AIK). Padahal ideologi ini adalah basis yang harus dikuatkan oleh keluarga besar Muhammadiyah. Ideologi ini sangat penting untuk menjaga marwah Muhammadiyah.

Ia mencontohkan, karena kurang kuatnya ideologi AIK ini, maka tidak heran masih ada karyawan di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang belum menerapkan idelogi ini secara utuh. “Saya lihat ada karyawan AUM yang cara berpakaiannya belum sesuai dengan aturan di Muhammadiyah. Ini ideologinya harus dikuatkan dulu,” tandasnya.

Sorotan lainnya adalah banyak sekolah Muhammadiyah, baik tingkat SD hingga SMA/SMK yang belum dijadikan laboratorium sekolah atau Lab School. Kampus-kampus Muhammadiyah harus banyak melihat di sekitarnya, apakah ada sekolah di bawah Muhammadiyah yang belum maju.

“Sekolah yang masih tertinggal di sekitar kampus Muhammadiyah, harus dibina oleh kampus. Dimajukan, dianalisa, dan dijadikam Lab School. Kalau kurang guru, tambah gurunya. Kalau kurang dana, bantu dananya. Jangan sampai ada sekolah Muhammadiyah ambruk, tetapi kampus di dekatnya tidak tahu,” tegas Biyanto.

Sementara itu, Bendahara PWM Jatim, drh. Zainul Muslimin, masih belum puas betul dengan rencana program majelis lembaga. Meskipun demikian, ia menilai sudah ada kemajuan yang signifikan dalam program dan penggaran tahun 2026 ini.

“Anggaran kegiatan kita di tahun 2026 ini naik signifikan dibanding tahun sebelumnya. Tahun ini rencana anggaran dan biaya lebih dari Rp33 miliar. Angka itu bersumber dari internal dan eksternal,” kata Ustaz Zainul, sapaan Zainul Muslimin.

Ia melihat banyak program dari majelis lembaga yang hampir sama. Padahal, kesamaan program ini harus dilakukan dengan cara kolaborasi, sinergi, dan soliditas antarlembaga. “Jika program-program yang hampir sama diprogramkan oleh majelis lembaga harus dikoreksi ulang, dan harus dilakukan dengan cara kolaborasi, kerjasama, agar lebih efisien dalam penganggaran” tandasnya.

Kuncinya, setiap program harus berdampak dan berkemajuan, sehingga branding PWM akan semakin unggul. “Semangat inilah yang harus tetap dijaga,” jelasnya. (nun)

Tinggalkan Balasan

Search