Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur melepas bantuan kemanusiaan ke Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dan Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Jumat (2/1/2026). Dua wilayah ini dipilih karena medan berat dan dampak bencana yang parah.
Ketua PWM Jatim, Prof. Dr. dr. H. Sukadiono., M.M. menyampaikan bahwa pengiriman bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Instruksi itu juga disampaikan melalui Lazismu untuk menghimpun dana kemanusiaan bagi para korban bencana.
“Kita semua ikut merasa prihatin dengan bencana banjir bandang dan tanah longsor di tiga provinsi di Sumatera, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” ujarnya di Kantor PWM Jatim.
PWM Jatim memilih Kabupaten Langkat dan Aceh Tamiang karena kedua wilayah tersebut membutuhkan penanganan khusus. Medan yang sulit serta kerusakan infrastruktur membuat distribusi bantuan dan layanan kesehatan menghadapi tantangan besar.
“Ketika rapat koordinasi di bidang kesehatan untuk penanganan bencana, Aceh Tamiang di Provinsi Aceh dan Langkat di Provinsi Sumatera Utara memang memerlukan perhatian khusus,” jelas Sukadiono.
PWM Jatim bersama Lazismu Jatim menyiapkan bantuan yang dikirim menggunakan dua truk logistik. Selain itu, Muhammadiyah juga mengirimkan dua unit mobil Luxio yang biasa digunakan sebagai kendaraan operasional penanganan bencana.
“Pada minggu-minggu awal terjadinya bencana hampir seluruh rumah sakit di Aceh Tamiang dan Langkat lumpuh total,” jelas Sukadiono.
Ia menambahkan, Muhammadiyah telah memberangkatkan tim kesehatan dan tim psikososial. Tim tersebut berasal dari berbagai rumah sakit Muhammadiyah, PWM, serta Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).
Solidaritas warga Muhammadiyah Jawa Timur tercermin dari besarnya donasi yang berhasil dihimpun. PWM Jatim bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan Lazismu se-Jawa Timur mengumpulkan dana lebih dari Rp. 11,5 miliar dan berupa barang seberat 20 ton.
“Jumlah ini luar biasa dan mudah-mudahan bisa membantu saudara-saudara kita, khususnya di Langkat dan Aceh Tamiang,” jelasnya.
Pengiriman bantuan kali ini merupakan tahap keempat. PWM Jatim memastikan penggalangan donasi akan terus berjalan selama belum ada instruksi lanjutan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
“Kami berharap perjalanan tim kemanusiaan Muhammadiyah Jatim dapat berjalan lancar, dengan estimasi waktu sekitar lima hari. Semoga dilancarkan dan dilindungi Allah, serta semua bantuan sampai di tujuan dengan selamat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Lazismu Jatim, Imam Hambali menegaskan, pihaknya terus menghimpun dan menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan lapangan. Bantuan sebelumnya meliputi pengiriman truk logistik, pembelian logistik di lokasi, hingga distribusi melalui jalur laut.
Untuk wilayah Aceh Tamiang, Lazismu Jatim juga menyalurkan peralatan masak dan kompor gas sebanyak 400 unit. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi dapur umum dan kebutuhan jemaah di pengungsian. Bantuan berupa Al-Qur’an, alat salat, pakaian anak-anak dan dewasa, serta bahan makanan seperti rendang, minyak goreng, dan mie instan.
“Hari ini, dua armada truk diberangkatkan. Satu untuk Langkat dan satu untuk Aceh Tamiang. Di Langkat, penanganan telah memasuki tahap rehabilitasi, sementara Aceh Tamiang masih berada dalam fase tanggap darurat,” pungkasnya. (*/tim)
