*)Oleh : Thoriq Mahmudin, M.Pd., C.EQ
Praktisi Ruqyah Syar’iyyah, Anggota Majelis Tabligh PDM Surabaya, Staff Ismuba SMAMSA
Sebagai muslim, kita dituntut untuk selalu mengingat Allah SWT dengan cara berdzikir yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ . Berdzikir bukan hanya sekadar mengucapkan kalimat-kalimat tertentu, tetapi juga memerlukan kesadaran dan kekhusyukan dalam melakukannya.
Dalam surat Ar-Ra’d (13) ayat 28, Allah SWT berfirman :
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram.
Ayat ini menunjukkan bahwa berdzikir dapat menjadikan hati kita tenteram dan damai.
Namun, bagaimana cara berdzikir yang benar dan sesuai Sunnah sehingga dapat membuat hati kita horeg (bergetar)?
Menurut Al-Qur’an, Surat Al-A’raf (7) ayat 205
وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ
Ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut pada waktu pagi dan petang, dengan tidak mengeraskan suara, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah.
Kita diperintahkan untuk berdzikir dengan melirihkan atau memelankan suara, tanpa harus teriak-teriak.
Dengan berdzikir yang benar dan sesuai tuntunan Islam, kita dapat merasakan getaran dalam hati kita. Seperti yang tercantum dalam surat Al-Anfal (8) ayat 2 :
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah mereka yang jika disebut nama Allah gemetar hatinya jika dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhannya mereka bertawakal.
Oleh karena itu, marilah kita berusaha untuk berdzikir dengan benar dan sesuai tuntunan Islam. Dengan demikian, kita dapat merasakan ketenangan dan kekuatan dalam hati kita, serta meningkatkan iman dan kesadaran kita kepada Allah SWT.
Wallahu a’lam. (*)
