Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,
“Dialah yang telah menurunkan sakinah (ketenangan) ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Fath: 4)
Tidak ada yang bisa menanamkan sakinah, ketenangan sejati, di hati kita, kecuali Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Tidak ada yang mampu menghapus kegelisahan, kecemasan, dan keresahan, selain Dia.
Sakinah tidak datang dari pasangan hidup. Sakinah tidak berasal dari harta kekayaan, anak-anak, jabatan, atau kedudukan di hadapan manusia.
Sakinah tidak ada kaitannya dengan segala aksesoris duniawi. Sehebat apapun kemampuan kita membeli dunia, kita tidak akan pernah bisa membeli ketenangan. Hanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang mampu melimpahkan rasa tenang di hati.
Sebagaimana rumah tangga yang sakinah, tidak bisa dibangun hanya karena suami kaya atau istri cantik.
Rumah tangga yang sakinah hanya akan terwujud jika kedua pasangan berjuang bersama mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Ketika seseorang sungguh-sungguh berikhtiar mendekat kepada Allah, dan Allah ridha kepadanya, maka Allah akan menyelimuti hatinya dengan ketenangan yang tidak bisa direnggut oleh siapa pun.
Karena itu, marilah kita terus memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah dan keikhlasan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Semoga Allah meridai kita dan melimpahi hati kita dengan sakinah.
Dengan hati yang tenang, insya Allah, kita akan lebih ringan, lebih mantap menjalani hidup, serta lebih kuat menghadapi berbagai persoalan dunia. (*)
