Rakyat Palestina Gelar Salat Gaib untuk 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdulfattah Al Sattari bertakziah ke rumah duka almarhum Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar di Kota Cimahi. (republika)
www.majelistabligh.id -

Pemerintah dan warga Palestina turut berduka atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam serangan di Lebanon Selatan. Sebagai rasa duka, rakyat Palestina melaksanakan salat gaib dan doa bersama untuk tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon tersebut.

Pelaksanaan salat gaib itu disampaikan oleh Duta Besar (Dubes) Palestina untuk Indonesia, Abdulfattah Al Sattari, usai melakukan takziah ke rumah duka Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar, di Kampung Cikendal, RT 01/04, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Kamis (2/4/2026).

“Besok di masjid-masjid Palestina, termasuk Masjid Al-Aqsa akan dilaksanakan salat gaib. Almarhum Insya Allah syahid di sisi Allah Swt, beliau adalah syahid perdamaian. Sebuah kehormatan karena almarhum wafat di perbatasan Palestina,” kata Abdulfattah.

Ketiga prajurit TNI yang gugur dalam peristiwa tersebut ialah Praka Farizal Rhomadhon. Ia gugur pada Ahad (29/3/2026) sekitar pukul 20.44 WIB waktu Lebanon saat terjadi serangan di Markas Pasukan Perdamaian Indobatt UNP 7-1 Desa Achid Alqusayr, Lebanon. Sedangkan Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur pada Senin (30/3/2026).

Kedua prajurit itu meninggal dalam peristiwa ledakan saat saat Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang tergabung dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR) melaksanakan pengawalan konvoi Combat Support Service Unit (CSSU) dalam rangka tugas memberikan dukungan dari Mako Sektor Timur UNIFIL United Nations Post_m (UNP) 7-2 menuju Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1.

Kesedihan atas kehilangan ketiganya dalam misi perdamaian tak cuma jadi duka keluarga dan Bangsa Indonesia, namun juga menjadi kehilangan bagi Bangsa Palestina. Abdulfattah menguatkan hati keluarga jika Kapten Zulmi merupakan seorang syuhada perdamaian.

Abdulfattah menyebut Kedutaan Besar Negara Palestina mengecam keras serangan udara terhadap markas pasukan perdamaian Indonesia. Pihak yang bertanggung jawab disebut dalam surat sebagai ‘penjajah Israel’

“Para korban yang gugur merupakan tiga pahlawan mulia, yang menjadi kebanggaan Palestina dan seluruh masyarakat merdeka di dunia,” kata Abdulfattah. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search