Alhamdulillah, hari ini kita telah memasuki hari keempat Ramadan. Empat hari sudah kita berpuasa. Empat hari sudah kita menahan lapar dan dahaga. Namun pertanyaannya, sudahkah kita benar-benar menjaga hati kita?
Saudaraku seiman yang dirahmati Allah…
Puasa bukan hanya menahan makan dan minum. Puasa adalah latihan menjaga hati. Karena hati adalah pusat segalanya. Jika hati baik, maka seluruh amal akan baik. Jika hati rusak, maka rusaklah semuanya.
Rasulullah saw bersabda: “Ketahuilah, di dalam tubuh ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh. Jika ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, itu adalah hati.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ramadan datang untuk membersihkan hati. Membersihkan dari iri. Membersihkan dari dengki. Membersihkan dari kesombongan. Membersihkan dari rasa ingin dipuji.
Kadang kita sudah mampu menahan lapar, tetapi belum mampu menahan amarah. Kita bisa menahan haus, tetapi belum mampu menahan lisan. Kita kuat tidak makan seharian, tetapi masih mudah tersinggung.
Maka hari keempat ini mari kita bertanya pada diri sendiri, “Apakah hati kita sudah lebih lembut dibanding sebelum Ramadan?”
Allah berfirman: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
Jika hati kita masih gelisah, mungkin zikir kita masih kurang. Jika hati kita masih keras, mungkin istighfar kita belum sungguh-sungguh. Jika hati kita masih mudah marah, mungkin kita belum benar-benar merasakan hadirnya Allah.
Ramadan adalah madrasah hati. Di madrasah ini kita belajar sabar. Belajar ikhlas. Belajar memaafkan. Belajar tidak membalas keburukan dengan keburukan.
Saudaraku seiman.
Mari di hari keempat ini kita mulai dengan satu amalan sederhana. Maafkan orang yang pernah menyakiti kita. Lepaskan beban di hati. Karena hati yang bersih lebih ringan untuk beribadah.
Bayangkan jika kita memasuki malam-malam Ramadan dengan hati yang lapang. Salat terasa khusyuk. Doa terasa dekat. Tangis terasa tulus.
Semoga Ramadan kali ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Tetapi benar-benar menjadi momentum perubahan hati.
Mari kita berdoa kepada Allah Swt.
“Ya Allah, bersihkan hati kami di bulan Ramadan ini. Jauhkan kami dari iri, dengki, dan sombong. Lembutkan hati kami agar mudah menerima kebenaran. Dan jadikan Ramadan ini sebagai awal perubahan hidup kami.” Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Semoga hari keempat ini lebih baik dari hari pertama. Semoga hati kita semakin hidup, bukan hanya perut kita yang kosong. (*)
