Rasa Nusantara di Tanah Suci, Jemaah Haji 2025 Disuguhi Nasi Kuning hingga Sambal Tumis Khas Indonesia

www.majelistabligh.id -

Jemaah haji Indonesia tak perlu khawatir kehilangan cita rasa kampung halaman selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. Tahun ini, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memastikan menu khas Nusantara menjadi sajian utama di dapur konsumsi Makkah dan Madinah.

Salah satu syarikah penyedia layanan katering, Taghdiah Advance Co Ltd (Tadco) Catering, yang bertanggung jawab atas konsumsi 3.500 jamaah haji Indonesia di Makkah, merekrut chef asal Jambi, Chef Azhari, untuk merancang menu bergizi dan bercita rasa lokal.

“Kami ingin jamaah tetap merasa seperti di rumah sendiri. Standarisasi rasa Indonesia kami jaga di setiap dapur, agar stamina mereka tetap terjaga untuk ibadah,” ujar Chef Azhari saat ditemui saat proses produksi.

Beberapa menu yang akan disajikan antara lain nasi kuning, rendang, ayam goreng, sambal tumis, sayur asam, nasi goreng, dan sambal goreng. Bahkan, sambal terasi dan kerupuk turut melengkapi cita rasa yang akrab di lidah jamaah. Aneka buah segar, makanan berkuah, serta menu sarapan seperti bubur ayam, mie goreng, dan lontong sayur juga disiapkan secara berkala.

Semua masakan diracik menggunakan bumbu khas Indonesia yang dipasok oleh BPKH Limited, anak perusahaan dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Republik Indonesia yang sejak 2023 hadir di Arab Saudi untuk memperkuat ekosistem haji nasional.

Total, setiap jamaah akan menerima 127 kali makan selama berada di Arab Saudi. Rinciannya:
84 kali makan di Makkah,
27 kali di Madinah,
15 kali di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina),
serta 1 kali snack berat.

Selama fase puncak haji (7–15 Dzulhijjah), makanan akan didistribusikan secara intensif, termasuk kombinasi antara makanan segar dan siap saji agar jamaah tetap kuat menjalani ibadah di bawah suhu ekstrem dan kondisi padat.

“Total ada 55 dapur besar yang kami kontrak untuk melayani lebih dari 203 ribu jamaah reguler. Jumlah distribusi makanan tahun ini mencapai lebih dari 25 juta boks—terbesar dalam sejarah haji Indonesia,” jelas Kepala Daker Mekah, Ali Machzumi.

PPIH menegaskan bahwa semua bahan baku halal, bersertifikat, dan aman dikonsumsi. Proses produksi juga diawasi ketat agar setiap makanan disajikan dalam kondisi higienis dan tepat waktu ke jamaah. Setiap dapur pun telah dilengkapi standar tinggi sesuai regulasi layanan konsumsi di Arab Saudi. (afifun nidlom)

Tinggalkan Balasan

Search