Raudhah, Taman Surga di Dunia yang Selalu Dirindukan

*) Oleh : Dr. Hairul Warizin,
Anggota Majelis Tabligh PWM Jatim
www.majelistabligh.id -

Di dalam Masjid Nabawi, terdapat satu area yang sangat istimewa dan menjadi tujuan utama para jamaah haji dan umrah, yaitu Raudhah. Bukan sekadar ruang masjid biasa, Raudhah disebut secara langsung oleh Rasulullah saw sebagai “taman dari taman-taman surga”.

Keberadaannya tidak hanya menyimpan nilai spiritual, tetapi juga sejarah yang mendalam bagi umat Islam.

Keistimewaan Raudhah Menurut Sabda Rasulullah 

Raudhah terletak di antara rumah Nabi Muhammad saw (sekarang menjadi makam beliau) dan mimbar beliau. Mengenai keutamaan tempat ini, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Antara rumahku dan mimbarku adalah taman di antara taman-taman surga.” (HR. Bukhari no. 1196, Muslim no. 1391)

Dalam hadis ini, Nabi menyebut tempat itu sebagai “Raudhah min Riyadh al-Jannah”, artinya taman dari taman-taman surga, yang memberikan pemahaman bahwa beribadah di sana memiliki keutamaan luar biasa dan penuh keberkahan.

Raudhah, Taman Surga di Dunia yang Selalu Dirindukan
foto: hairul warizin/majelistabligh.id

Sejarah dan Pembangunan Raudhah

Pada masa Rasulullah saw, tempat yang kini dikenal sebagai Raudhah adalah halaman antara rumah beliau dan masjid, yang sering digunakan untuk ibadah, pengajaran, bahkan tempat beliau menerima tamu dan wahyu.

Setelah wafatnya Nabi Muhammad ﷺ, perluasan Masjid Nabawi dilakukan oleh para khalifah, dimulai dari masa Khalifah Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan, hingga pada akhirnya bagian rumah Nabi dan mimbar beliau masuk ke dalam struktur masjid.

Puncaknya terjadi pada masa Kekhalifahan Abbasiyah dan Dinasti Utsmaniyah, yang membangun kubah hijau (Qubbah al-Khadra’) di atas makam Rasulullah saw.

Hingga kini, Raudhah berada di dalam kawasan Masjid Nabawi dan menjadi salah satu situs paling suci dalam Islam.

Rasulullah saw dimakamkan di kamar Aisyah (istri beliau), dan sesuai wasiat, Abu Bakar dimakamkan di sisi beliau.

Beberapa tahun kemudian, Umar bin Khattab, yang wafat akibat ditusuk ketika shalat, juga dimakamkan di sisi keduanya atas izin Aisyah.

Prosedur Masuk ke Raudhah Saat Ini

Raudhah kini menjadi area yang dibatasi dan diatur ketat oleh pemerintah Kerajaan Arab Saudi karena tingginya minat jamaah yang ingin beribadah di sana. Akses ke Raudhah dapat dilakukan melalui dua metode utama:

1. Melalui Aplikasi Nusuk

Nusuk adalah aplikasi resmi yang dikeluarkan oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Melalui aplikasi ini, jamaah dapat:

  • Mendaftar jadwal kunjungan ke Raudhah sesuai dengan ketersediaan slot.
  •  Memasukkan data identitas (terintegrasi dengan visa umrah/haji).
  • Mendapatkan QR Code sebagai bukti izin masuk (tasreh digital).
  • Memilih kategori pria atau wanita, karena waktu kunjungan berbeda.

Langkah-langkahnya:

1. Unduh aplikasi Nusuk dari Play Store/App Store.
2. Daftar dan lengkapi profil.
3. Pilih menu “Permit to Visit Rawdah in the Prophet’s Mosque”.
4. Tentukan waktu dan tanggal kunjungan.
5. Simpan dan tunjukkan QR Code saat masuk area Raudhah.

2. Melalui Tasreh dari Kelompok Penyelenggara

Beberapa jamaah, khususnya yang datang dalam kelompok terorganisir (kelompok umrah atau haji), bisa memperoleh tasreh (izin tertulis) dari pembimbing atau petugas kelompok. Biasanya petugas akan mendaftarkan rombongan melalui sistem resmi.

Jamaah cukup mengikuti arahan pembimbing, yang akan mengatur waktu dan pintu masuk, serta menunjukkan tasreh ke petugas di pintu khusus Raudhah.

Raudhah, Taman Surga di Dunia yang Selalu Dirindukan
foto: hairul warizin/majelistabligh.id

Catatan Penting

Pintu masuk biasanya melalui Pintu 38, sebelum masuk jamaah ditempatkan di ruang antrean setelah melalui petugas pemindai QR Code sedangkan jamaah wanita dengan waktu kunjungan yang lebih terbatas.

Disarankan hadir minimal 30 menit sebelum jadwal, membawa identitas, dan mengenakan pakaian yang sopan dan rapi.

Petugas akan memindai QR Code atau surat tasreh, dan hanya yang terdaftar yang diperbolehkan masuk.

Di dalam Raudhah, jamaah diberi waktu terbatas untuk shalat dan berdoa karena banyaknya antrean.

Jadi, Raudhah adalah tempat penuh berkah, tempat yang sangat dicintai oleh Rasulullah ﷺ dan para sahabat. Di sanalah jejak kenabian, doa, dan cinta kepada umat terpancar.

Bagi umat Islam, bisa masuk dan salat di Raudhah adalah anugerah luar biasa yang patut disyukuri dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Semoga Allah memudahkan kita semua untuk menjejakkan kaki di taman surga ini.

Referensi

1. Shahih al-Bukhari, Kitab al-Shalat, Bab Fadhl al-Salat fi Rawdah.
2. Al-Zurqani, Sharh al-Mawahib al-Laduniyyah.
3. As-Suyuthi, Tarikh al-Khulafa’.
4. Kementerian Haji dan Umrah Saudi Arabia – Panduan Resmi Aplikasi Nusuk.
5. Madain Project – Raudhah al-Mutahharah Documentation.
6. Aplikasi Nusuk (haj.gov.sa).
7. Dokumentasi resmi Masjid Nabawi (https://www.wmn.gov.sa).

Tinggalkan Balasan

Search