Refleksi Haji 2025: Kolaborasi Tanpa Menyalahkan, Demi Jemaah dan Bangsa

www.majelistabligh.id -

Usai puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, jutaan jemaah mulai kembali ke Tanah Air dengan membawa oleh-oleh paling berharga: haji yang mabrur. Di balik keberhasilan itu, Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dr. Amirsyah Tambunan, mengajak umat untuk mengambil pelajaran, bukan saling menyalahkan.

“Alhamdulillah, haji tahun ini berjalan sukses. Tapi evaluasi itu perlu. Bukan untuk menyalahkan, tapi untuk memperbaiki bersama-sama,” ujar Amirsyah saat menyampaikan refleksinya di Kantor Daker Madinah, Kamis (12/6/2025).

Mengusung tema nasional “Aman, Nyaman, Mabrur Sepanjang Umur”, Amirsyah menekankan bahwa ibadah haji bukan semata-mata persoalan teknis ataupun ritual pribadi, melainkan urusan umat dan bangsa.

“Haji bukan soal seseorang, atau lembaga tertentu. Tapi ini adalah ibadah kebangsaan, amanah umat. Kita doakan bangsa Indonesia agar diberi keberkahan melalui layanan haji ini,” pesannya penuh makna.

Di tengah derasnya arus informasi, Amirsyah mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh konten viral yang tidak utuh. Ia mencontohkan polemik petugas haji yang tidak mengenakan ihram.

“Kenapa petugas nggak pakai ihram? Karena tugasnya melayani. Justru di situlah kehebatannya. Jangan buru-buru menghakimi sebelum tabayun, sebelum klarifikasi,” tegasnya.

Ia pun mengingatkan umat untuk berpegang pada prinsip-prinsip etika digital. “Menyebarkan hoaks, fitnah, atau informasi menyesatkan termasuk dosa. Itu ada dalam fatwa MUI Nomor 24 Tahun 2017 tentang muamalah media sosial,” jelasnya.

Amirsyah menyampaikan bahwa setiap catatan perbaikan sejatinya adalah bagian dari cinta terhadap jemaah dan negeri. Ia menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) petugas dan dukungan teknologi informasi (TIK) yang lebih kuat.

“Petugas sudah bekerja luar biasa, tapi tanpa sistem yang solid, hasilnya tetap kurang maksimal. Ini yang harus jadi perhatian ke depan,” ungkapnya.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya hubungan bilateral Indonesia–Arab Saudi, baik dari sisi kebijakan maupun teknis pelaksanaan. Transformasi pelayanan haji harus dijalankan dengan semangat gotong royong lintas negara.

Di akhir refleksinya, Amirsyah menyerukan agar seluruh umat mendoakan para pemimpin yang tengah mengemban amanah besar dalam pelayanan haji: Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar.

“Apapun bentuk kelembagaannya nanti—Kementerian Agama atau Badan Pengelola Haji—yang penting niatnya satu: melayani jemaah atas nama bangsa Indonesia,” katanya.

Haji 2025: Belum Sempurna, Tapi Penuh Harapan

Haji tahun ini mungkin belum sempurna. Tapi di balik setiap tantangan, ada ruang untuk memperkuat sinergi dan membangun pelayanan yang lebih bermartabat bagi umat. Dengan semangat kolaboratif dan jiwa ikhlas, evaluasi menjadi jembatan menuju penyempurnaan.

“Mari jadikan kritik sebagai cermin. Jangan saling menyalahkan, tapi saling mendoakan. Karena haji adalah ibadah kolektif, amanah mulia dari Allah untuk bangsa Indonesia,” ujarnya. (afifun nidlom)

Tinggalkan Balasan

Search