Renungan Masa Muda dan Masa Tua

*) Oleh : Ferry Is Mirza
Jurnalis senior dan aktivis Muhammadiyah
www.majelistabligh.id -

In syaa Allah kita semua sehat wal afiya dan bisa bertemu bulan suci penuh barakah Ramadan 4 hari lagi. Āamīin

Banyak di antara kita kini sudah berada di kuartal terakhir perjalanan hidup. Izinkan saya membagikan sebuah renungan yang indah, ringan, tanpa politik, tanpa perdebatan agama, tanpa isu perbedaan—hanya sekadar renungan santapan jiwa sebagai orang U-70an atau Lansia.

Waktu punya cara unik bergerak cepat…dan sering membuat kita kaget saat menyadari betapa tahun-tahun berlalu begitu saja. Rasanya baru kemarin saya muda, penuh semangat memulai hidup baru.

Tapi di sisi lain, seakan sudah begitu lama, dan saya bertanya: Kemana perginya semua tahun itu? Saya tahu saya telah menjalaninya. Saya masih ingat potongan kenangan—wajah-wajah, harapan, dan mimpi yang dulu saya miliki. Lalu, tiba-tiba…saya sadar, saya sudah memasuki kuartal terakhir hidup ini.

Bagaimana bisa waktu berjalan secepat ini?

Kemana perginya masa muda itu?

Dulu, saat melihat orang yang jauh lebih tua, saya berpikir,  “Ah, masih lama sekali sebelum sampai di tahap itu.”

Saya membayangkan jaraknya begitu jauh. Nyatanya, kini saya ada di sini. Sahabat sahabat sebaya sudah pensiun, rambut memutih, langkah melambat. Ada yang masih sehat, ada yang mulai rapuh. Bahkan banyak yang sudah “pulang kampung” duluan.

Wajah wajah yang dulu penuh energi kini berubah… sama seperti saya. Kini saya adalah “orang tua” yang dulu tidak pernah  membayangkan akan menjadi Lansia. Setiap hari, target sederhana seperti mandi pagi sudah terasa seperti pencapaian besar. Tidur siang bukan lagi kemewahan, melainkan keharusan kalau tidak, saya akan tertidur di kursi.

Saya memasuki musim ini tanpa persiapan—dengan nyeri sendi, berkurangnya tenaga, dan kesadaran bahwa ada banyak hal yang ingin saya lakukan tapi tak pernah sempat. Namun, saya juga sadar, meski kuartal terakhir ini tidak tahu kapan berakhir, ketika selesai…petualangan baru akan dimulai.

Ya, ada penyesalan, hal-hal yang seandainya bisa diulang akan saya ubah. Tapi ada juga banyak hal yang membuat saya bersyukur telah melakukannya. Semua itu adalah bagian dari satu paket bernama kehidupan.

Jadi, kalau Anda belum berada di kuartal terakhir ini, Ingatlah: Waktunya akan tiba lebih cepat dari yang Anda sangka. Apa pun yang ingin Anda capai, lakukanlah sekarang. Jangan menunda terlalu lama. Kehidupan bergerak cepat. Kerjakan yang bisa Anda kerjakan hari ini, karena kita tak pernah tahu di kuartal mana sebenarnya kita berada.

Tidak ada jaminan kita akan melihat semua musim hidup. Maka, hiduplah untuk hari ini. Ucapkan semua hal yang ingin Anda katakan kepada orang orang terkasih, agar mereka selalu mengingatnya, dan menghargai segala yang telah Anda lakukan.

Hidup adalah hadiah Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang. Bersyukurlah dan Berbahagialah. Nikmati hari ini.

Ingat, kesehatan adalah harta yang sesungguhnya, bukan emas atau uang berlimpah. Dan kita akan menyadari hal hal kecil ini…

  • Pergi ke luar itu menyenangkan—tapi pulang ke rumah selalu lebih menenangkan.
  • Kita lupa nama orang—tapi tak masalah, karena mereka pun mungkin lupa pernah mengenal kita.
  • Kita tahu tak akan pernah jadi ahli golf—tapi kita tetap suka udara segarnya.
  • Banyak hal yang dulu penting, kini terasa biasa saja dan kita tidak keberatan.
  • Kita tidur lebih nyenyak di kursi dengan TV menyala kita menyebutnya “pre-sleep”.
  • Kita rindu masa ketika semua alat punya tombol “On” dan “Off” saja.
  • Kita punya banyak baju di lemari, setengahnya tak pernah dipakai tapi tetap disimpan “jaga-jaga”.

Tua itu indah.

Tua itu nyaman.

Tua itu aman.

Lagu-lagu lama.

Film-film lama.

Dan yang terbaik, Sahabat-sahabat lama,

Jaga kesehatan, sahabat lamaku. Nikmati hari ini. Nikmati kuartal yang sedang Anda jalani apa pun itu. Karena pada akhirnya… bukan tentang apa yang kita kumpulkan, tapi tentang apa yang kita sebarkan. Itulah yang akan bercerita tentang seperti apa hidup yang kita jalani. Istikamahlah beribadah dan beramal sedekah serta berolahraga ringan.

Selamat menikmati masa tua. In syaa Allah bermanfaat, silakan dishare untuk meraih pahala amal jariyah.|| fimdalimunthe55@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Search