Pondok Pesantren Al Fattah Banjarsari Buduran Sidoarjo kembali menggelar acara Resepsi Ramadan dan Buka Bersama, sebuah tradisi tahunan yang bertujuan untuk mempererat ukhuwah Islamiyah di lingkungan pesantren. Acara yang berlangsung pada Ahad (23/3/2025) ini, turut dihadiri oleh Dr. Sulthon Amin, MM alumni Pondok Pesantren Al Fattah yang kini sukses sebagai owner Parahita dan Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur.
Acara yang berlangsung di Pesantren Al Fattah ini dihadiri oleh keluarga besar pondok pesantren, termasuk para pengasuh, pimpinan sekolah, asatidz dan asatidzah, serta seluruh santri dan wali santri. Kegiatan dimulai dengan sesi tausiyah dari Dr. Sulthon Amin, dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan diakhiri dengan perpulangan santri yang akan kembali ke rumah masing-masing untuk libur Idul Fitri.

Dalam tausiyahnya, Dr. Sulthon Amin mengawali dengan mengutip perkataan Syekh Muhammad Abduh, seorang teolog Muslim dan Mufti Mesir, yang berbunyi, “Aku pergi ke negara Barat, aku melihat Islam namun tidak melihat orang Muslim. Dan aku pergi ke negara Arab, aku melihat orang Muslim namun tidak melihat Islam.”
Dari kutipan tersebut, Dr. Sulthon Amin mengajak para santri untuk merenungkan bagaimana Islam seharusnya diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyoroti bahwa Indonesia disebut sebagai negara religius karena kehidupan masyarakatnya sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai agama.
“Namun, tantangannya adalah bagaimana ajaran Islam dapat benar-benar dihidupkan dalam perilaku umat Muslim, bukan sekadar label semata,” ujarnya.
Ia juga membahas hasil penelitian yang dilakukan oleh Pew Research Center yang memprediksi bahwa Islam akan menjadi agama dengan jumlah pemeluk terbesar di dunia pada tahun 2075.
“Hal ini menunjukkan pertumbuhan Islam yang pesat dan sekaligus menjadi tanggung jawab umat Muslim untuk menjaga esensi ajaran Islam yang damai, toleran, dan penuh kasih sayang,” tandasnya.
Setelah tausiyah selesai, acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama. Suasana penuh kebersamaan ini semakin terasa saat seluruh santri, pengasuh, dan wali santri menikmati hidangan berbuka bersama. Momen ini menjadi ajang silaturahmi yang mempererat hubungan antar sesama santri dan keluarga besar Pondok Pesantren Al Fattah.
Tak hanya itu, acara ini juga menjadi momentum bagi para santri untuk pulang dan menyambut Idulfitri bersama keluarga. Sebelum pulang, para santri menerima nasihat dan doa dari asatiz dan asatizah, berharap agar perjalanan mereka pulang dan ibadah di bulan Ramadan dapat membawa keberkahan.
Dengan semangat Ramadan yang penuh kebersamaan dan kepedulian, semoga keberkahan senantiasa menyertai seluruh santri dan keluarga besar Pondok Pesantren Al Fattah Sidoarjo. (bilqies qurroti a)