Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed meresmikan Masjid Al Mujahidin yang berada di lingkungan SMA Muhammadiyah 2 Kertosono, Sabtu (21/6/2025). Acara yang digelar di halaman sekolah ini dihadiri ratusan warga Muhammadiyah, tokoh masyarakat, serta kader-kader Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) yang memenuhi area acara dengan penuh antusias.
Turut hadir dalam peresmian tersebut Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, S.T., Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, dan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Nganjuk, Ustadz Juwari. Para pimpinan Ortom Muhammadiyah, PCM-PCA, serta pelajar dan alumni SMA Muhammadiyah 2 Kertosono juga turut menyemarakkan acara.
Dalam sambutannya, Prof. Abdul Mu’ti menegaskan pentingnya fungsi masjid sebagai pusat ketenangan dan pemersatu umat. Ia mengingatkan bahwa memakmurkan masjid adalah tanggung jawab orang-orang beriman, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an: “Innamā ya‘muru masājidallāhi man āmana billāhi wal-yaumil-ākhir…”
“Masjid jangan hanya bagus fisiknya, tetapi juga harus kokoh fondasi keimanannya. Harus ramai kegiatan ibadah, dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat. Masjid Muhammadiyah tidak boleh seperti kaleng biskuit—luarnya Muhammadiyah, tapi dalamnya rengginang,” guraunya mengingatkan pentingnya keselarasan antara identitas, manajemen, dan jamaah masjid.
Mu’ti juga menyampaikan bahwa masjid harus mampu menciptakan keteduhan di tengah umat, bukan menjadi sumber perpecahan.
“Masjid Muhammadiyah harus mencerminkan nilai-nilai Islam berkemajuan, mencerdaskan umat, dan merangkul semua kalangan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, S.T menyampaikan apresiasinya atas kiprah Muhammadiyah dalam pembangunan masjid dan lembaga pendidikan.
“Masjid harus menjadi pusat ibadah dan kesalehan sosial bagi seluruh umat Islam. Dari sinilah umat bisa lebih produktif, berdaya, dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” katanya.
Ketua PDM Nganjuk, Ustadz Juwari dalam sambutannya mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk menjaga dan menghidupkan masjid ini secara berjamaah. “Masjid ini bukan milik sekolah semata, tetapi milik umat. Maka mari kita makmurkan dengan berbagai kegiatan keagamaan, sosial, dan intelektual,” ujarnya.
Acara peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Prof. Abdul Mu’ti, diiringi lantunan salawat dan sambutan hangat dari warga Muhammadiyah. Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah antar warga dan tamu undangan.
Masjid ini menjadi simbol sinergi antara pendidikan dan dakwah yang ditekankan Muhammadiyah dalam mengembangkan sekolah dan lembaga keumatan. Seperti dikatakan Mu’ti, “Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi tempat yang menyatukan hati, memperkuat iman, dan mencerdaskan kehidupan umat.”
Masjid Al Mujahidin yang berarsitektur modern minimalis ini dirancang tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan keagamaan, literasi Islam, dan pembinaan karakter siswa. Fasilitas masjid mendukung berbagai kegiatan seperti kajian, tahfidz, dan pelatihan keislaman yang relevan dengan semangat Islam Berkemajuan.
Bantuan Pendidikan ke Pondok Pesantren YTP Kertosono
Sebelum meresmikan Masjid Al Mujahidin, Prof. Abdul Mu’ti juga berkesempatan mengisi kajian keislaman dalam acara Wisuda Kelulusan Santri Pondok Pesantren YTP Kertosono.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan kabar gembira berupa bantuan dari Kementerian Pendidikan untuk pengembangan sekolah di Kabupaten Nganjuk.
“Tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat dalam pendidikan karakter sebenarnya kan kebiasaan di pesantren, jadi tinggal kita kembangkan lagi,” ujarnya disaksikan ribuan Santri bdan Tamu Undangan buang hadir. (roi)
