Ribuan Warga Muhammadiyah Hadiri Halalbihalal Akbar Bareng UAH di Umsida

www.majelistabligh.id -

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur menggelar kegiatan Halalbihalal pada Sabtu (26/4/2025) di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).

Acara ini menjadi momentum besar silaturahmi sekaligus konsolidasi gerakan keumatan, dengan kehadiran ribuan pimpinan Muhammadiyah dari berbagai tingkatan di seluruh Jawa Timur.

Tercatat lebih dari 1.500 orang memadati auditorium utama, sementara sekitar 4.000 lainnya mengikuti acara dari luar auditorium melalui layar besar yang telah disiapkan panitia.

Hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh penting dari Muhammadiyah, baik dari pusat maupun wilayah, termasuk Ketua PP Muhammadiyah Prof. Syafiq A. Mughni, Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Achmad Jainuri, Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah Fatkhurrahman Kalam, Lc, Wakil Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah Ustaz Adi Hidayat, Lc., M.A., Ph.D alias UAH.

Dari jajaran PWM Jawa Timur, hadir Ketua PWM Jatim Prof. Biyanto, Dr. H.M. Sulthon Amien, Rektor Umsida Dr. Hidayatulloh, Ir. Tamhid Masudi, dan Drs. Zainul Muslimin

Dalam sambutannya, Sekretaris PWM Jawa Timur Prof. Biyanto menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir.

Dia menyebutkan bahwa dalam waktu yang bersamaan, Ketum menghadiri agenda penting peresmian gedung baru Rumah Sakit Muhammadiyah di Gresik.

“Meski agendanya sangat padat, Pak Ketum tetap menyempatkan hadir di Jawa Timur dan itu menunjukkan komitmen besar beliau terhadap persyarikatan,” tutur Biyanto.

Tema Halalbihalal kali ini adalah “Merajut Silaturfikir dan Silatuamal”, yang mencerminkan semangat Muhammadiyah untuk tidak hanya menjalin hubungan emosional, tetapi juga membangun kolaborasi pemikiran dan aksi nyata.

Biyanto lantas mengutip Al-Qur’an surat Thaha ayat 25-28, seraya mengajak hadirin untuk memperkuat komunikasi dan sinergi amal usaha demi kemajuan umat.

“Kita menyaksikan berbagai ucapan seperti ‘Eid Mubarak’, ‘Selamat Idulfitri’, ‘Selamat Lebaran’, tapi hakikat Idulfitri adalah kembali pada fitrah dan memperkuat ukhuwah. Muhammadiyah mengajak bukan hanya saling memaafkan, tapi juga saling menguatkan,” kata Biyanto. (wh)

Tinggalkan Balasan

Search