Dulu….
Kita satu rumah, satu kamar, satu meja makan, satu canda ria tertawa.
Rebutan itu hal kecil. Rebutan piring, rebutan lauk. Saling mengejek.
Kadang-kadang marah, bahkan sampai tak mau bicara. Tapi malamnya sudah berbaikan lagi.
Dulu…
Rumah itu ramai, ada suara langkah kaki. Ada pintu dibanting. Ada canda ria yang tak dibuat-buat.
Sekarang…
Kita punya hidup masing-masing. Kesibukan memisahkan. Jarak membuat jarang pulang. Tak ada lagi ribut kecil itu. Tak ada lagi suara. “Eh….ambilkan air dong…!”
Yang ada hanya pesan singkat,
“Jaga diri ya…”
Atau telepon sebentar,
“Sehat kan di sana?”
Saudaraku…
Meskipun jarang bertemu, namamu tetap ada dalam doa. Karena sejauh apa pun kita berjalan, rumah pertama kita tetap satu.
Dan…
Rindu ini….
Tidak pernah benar-benar pergi, hanya menanti waktu, untuk dipeluk seperti dulu.
Semoga bermanfaat
