Riya’ Merusak Amal

*) Oleh : Dr. Ajang Kusmana
Pengajar Mata Kuliah AIK UMM
www.majelistabligh.id -

Pernah nggak merasa senang banget pas lagi melakukan kebaikan, terus ada orang yang lihat dan akhirnya dia muji kita? Atau malah sengaja cerita dan pamer ke media supaya dapat jempol dan like dari ratusan orang?

Perlu waspada dengan hal seperti itu. Takutnya ada penyakit Riya’ dalam hati kita.

Apa itu?

Melakukan amal perbuatan semata-mata karena ingin dilihat, diperhatikan, mendapat pujian dari manusia.

Amal yang disertai dengan Riya’ tidak akan diterima oleh Allah, sekalipun nilainya banyak dan besar menurut pandangan manusia. Sebab menurut penilaian Allah adalah kosong dan sia-sia. Penyakit hati yang ini juga sangat berbahaya, hingga Nabi menamainya dengan syirik kecil.

Gara-gara riya’ bisa jadi batal dapat pahala, malah dapatnya murka. Na’udzubillah!

Bahkan Rasulullah saw mengingatkan kita dengan sabdanya,

اول خلق الله تُصلَى بهم النار يوم القيامة ثلاثة : رجل قرأ القرآن ليُقالَ أنه قارئ ، ورجل استُشْهِدَ وما قاتل إلا ليُقالَ إنه جَرِيْءٌ ، ورجل له مال تصدَّق منه صدقة ليقال إنه جواد.

“Makhluk Allah yang pertama kali akan dimasukkan ke dalam neraka kelak pada hari kiamat ada tiga, yaitu:

  • Orang yang membaca al-quran agar dikatakan bahwa ia adalah orang yang pandai membaca.
  • Orang yang mati syahid, namun ia tidaklah berperang melainkan agar dikatakan bahwa ia adalah seorang pemberani.
  • Orang yang diberi keluasan harta kemudian ia mensedekahkannya, agar dikatakan orang yang dermawan.”

Hadis tersebut menunjukkan betapa remehnya amal ibadah yang dikerjakan dengan tanpa ikhlas karena Allah. Meskipun menghabiskan tenaga, pikiran, harta, bahkan nyawa. Semua dianggap sia-sia tak berpahala.

Diibaratkan ada seorang yang keluar dari pasar sambil memenuhi kantongnya dengan kerikil. Setiap manusia yang bertemu dengannya selalu berkata, “Alangkah penuhnya kantong yang dibawa orang itu ya.”

Padahal di dalamnya tidak ada kemanfaatan sama sekali. Yang ia dapatkan hanyalah pujian dan sanjungan dari manusia saja.

Jika merasa ada gejala penyakit ini, cara mengobatinya bukan malah dengan meninggalkan amal kebaikan tersebut. Nggak mau ke masjid gara-gara takut dibilang baru taubat. Nggak mau pakai hijab gara-gara takut dibilang baru hijrah. Kalau gitu malah setannya yang bahagia.

Terus caranya gimana?

Perangilah hawa nafsumu dan memohonlah pertolongan kepada Allah. Ikhlaskan dan luruskan niatmu hanya semata-mata karena Allah. Jika Amalan tersebut bisa dilakukan sembunyi-sembunyi, seperti sedekah, maka lakukanlah. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search