Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) menutup rangkaian kegiatan Program Ramadan 1446 Hijriah dengan torehan prestasi yang membanggakan dan menggembirakan.
Melalui kerja sama yang erat dengan para muzaki (donatur), mitra, relawan, serta seluruh pemangku kepentingan yang terlibat, Lazismu berhasil menyalurkan dana infak dan sedekah sebesar Rp 3.948.038.268.
Dana tersebut disalurkan kepada lebih dari 36.780 penerima manfaat individu dan 239 lembaga atau institusi yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.
Program Ramadan yang diinisiasi Lazismu ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan umat selama bulan suci, tetapi juga menjadi simbol nyata dari semangat kebersamaan dan solidaritas sosial yang kuat.
Melalui program ini, Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai bulan ibadah spiritual secara personal, melainkan juga sebagai momentum kolektif untuk berbagi, membantu sesama, dan menguatkan jaringan kepedulian sosial antarindividu dan komunitas.
Direktur Utama Lazismu Ibnu Tsani, dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Ahad (20/4/2025), menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan kepada Lazismu sepanjang pelaksanaan program.
Dia menegaskan bahwa kolaborasi yang terjalin adalah kunci sukses dari berbagai kegiatan sosial yang dijalankan selama Ramadan.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh Muzaki, Mitra, serta para pemangku kepentingan yang telah mendukung dan turut serta dalam kegiatan Lazismu selama bulan Ramadan. Alhamdulillah, amanah yang telah diberikan kepada kami berhasil disalurkan dengan baik kepada lebih dari 36 ribu penerima manfaat. Kami berharap kebaikan ini dapat memberi dampak nyata bagi mereka yang menerima, serta menjadi energi positif untuk terus bergerak bersama dalam semangat ‘Memberi untuk Negeri’,” ujar Ibnu Tsani dalam siaran pers tersebut.
Nazhori Author, Ketua Panitia Ramadan 1446 H Lazismu, juga menyoroti pentingnya peran serta berbagai pihak dalam menyukseskan program ini.
Menurutnya, keterlibatan dari para pemangku kepentingan, baik dari tingkat pusat hingga ke daerah, turut memberikan kontribusi besar terhadap kelancaran dan dampak positif dari kegiatan Ramadan tahun ini.
“Seluruh rangkaian kegiatan Ramadan Lazismu didesain untuk mendorong keterlibatan aktif para pihak, mulai dari muzaki hingga penerima manfaat. Ini menunjukkan bahwa semangat Ramadan tidak hanya menghidupkan sisi spiritual umat, tetapi juga membangun sinergi sosial yang kuat. Kolaborasi inilah yang menjadi energi utama dalam menyukseskan program-program kemanusiaan yang kami jalankan,” ungkapnya.
Selama bulan suci Ramadan, Lazismu menjalankan berbagai program unggulan yang menjangkau berbagai kelompok masyarakat. Program-program tersebut antara lain:
-
Tebar Takjil, yaitu pembagian makanan berbuka puasa kepada masyarakat umum, khususnya mereka yang membutuhkan.
-
Kado Ramadan, berupa paket sembako dan bingkisan untuk kaum dhuafa, anak yatim, dan lansia.
-
Back to Masjid, program yang mendorong masyarakat untuk kembali memakmurkan masjid dengan kegiatan ibadah dan sosial.
-
Kajian Islam Mualaf (KIAM), yaitu kajian dan pembinaan keislaman untuk para mualaf agar lebih memahami ajaran Islam secara mendalam.
-
Taman Lansia, yakni ruang dan kegiatan yang ditujukan bagi para lanjut usia agar tetap aktif dan bahagia di bulan suci.
-
Mudikmu Aman, program fasilitasi dan dukungan bagi pemudik agar perjalanan mereka selama lebaran tetap aman dan nyaman.
-
Penyaluran Kemanusiaan untuk Palestina, menunjukkan komitmen Lazismu terhadap isu global dan solidaritas internasional.
Dengan berakhirnya Program Ramadan 1446 H ini, Lazismu menegaskan kembali komitmennya untuk terus hadir sebagai lembaga yang tidak hanya menyalurkan dana zakat dan sedekah, tetapi juga memperkuat jaringan kepedulian sosial umat Islam di Indonesia.
Semangat gotong royong dan kolaborasi yang terbangun selama Ramadan diharapkan menjadi fondasi yang kuat untuk program-program kemanusiaan dan pemberdayaan di bulan-bulan berikutnya. (*/wh)
