Rudal Merapi, Alutsista Karya Muhammadiyah untuk Indonesia

Uji coba Rudal Merapi di Lumajang, Jawa Timur, menunjukkan hasil yang presisi. (ist)
*) Oleh : Chusnun Hadi
Editor majelistabligh.id
www.majelistabligh.id -

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama PT Dahana menciptakan Alat Utama Sistem Senjata (alutsista) berupa Peluru Kendali (Rudal) Merapi. Penciptaan ini bukan sekadar pencapaian akademis, melainkan karya nyata mahasiswa anak bangsa dalam teknologi pertahanan.

Rudal Merapi adalah perwujudan dari visi hilirisasi riset yang matang. Dikembangkan sejak tahun 2016 oleh Pusat Riset Center for Integrated Research and Innovation (Cirnov) UAD. Senjata ini membuktikan bahwa institusi pendidikan Muhammadiyah mampu merambah alutsista, sektor paling krusial bagi kedaulatan negara.

Rudal Merapi juga pernah dipamerkan dalam Indonesia Defence Expo 2025 di JIEXPO Kemayoran Juni 2025 lalu. Ini bukan prototipe mentah, tetapi produk siap tempur yang lahir dari kolaborasi strategis antara akademisi, industri melalui PT Dahana (bagian dari Holding Defend ID), dan pemerintah melalui dukungan Kementerian Pertahanan serta BRIN.

Ringan, Mematikan, Presisi

Rudal Merapi masuk dalam kategori Man Portable Air Defense Systems (MANPADS). Di balik desainnya yang ringkas, tersimpan daya hancur yang mampu merontokkan supremasi udara lawan.

Fitur Utama dan Spesifikasi Rudal Merapi, di antaranya adalah:

  • Kaliber 70 mm
  • Berat 10 kg (Sangat Portabel)
  • Kecepatan 650 km/jam
  • Teknologi Fire and Forget (Sensor Inframerah)
  • Komponen Hampir 100 persen Lokal

Dengan berat hanya 10 kg, rudal ini memberikan fleksibilitas luar biasa bagi pasukan di lapangan. Prajurit dapat bergerak lincah tanpa terbebani bobot material, namun tetap memegang kendali penuh atas ruang udara.

Teknologi fire and forget yang disematkan memungkinkan operator untuk mengunci sasaran dan segera berpindah posisi atau menyusun manuver selanjutnya tanpa harus terus-menerus memandu rudal secara manual. Begitu dilepaskan, sensor inframerah akan mengejar panas mesin lawan dengan akurasi yang diklaim mendekati sempurna.

Standar Kualitas Tinggi

Ketajaman Rudal Merapi tidak didapat secara instan. Proses Quality Assurance (QA) dilakukan dengan standar militer yang sangat ketat. Setiap aspek, mulai dari performa roket pendorong, struktur aerodinamika sirip depan (canard) dan sirip belakang (fintail), hingga sistem peluncur tabung, dievaluasi hingga detail terkecil.

Uji tembak di Lapangan Tembak Area Weapon Range (AWR) TNI AU, Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur pada akhir 2021 lalu, terbukti mampu melumpuhkan berbagai ancaman udara, mulai dari helikopter militer hingga drone modern. Kecepatan 650 km/jam yang dimilikinya sudah lebih dari cukup untuk menetralisir gangguan udara yang mencoba melanggar kedaulatan wilayah.

Keberhasilan Rudal Merapi membawa pesan kuat mengenai kedaulatan teknologi. Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas. MT, menegaskan bahwa komponen rudal ini hampir sepenuhnya buatan lokal. Hal ini memutus ketergantungan kita pada rantai pasok global yang seringkali dipengaruhi oleh dinamika geopolitik dan embargo.

Dukungan Presiden Prabowo Subianto, saat menjabat Menteri Pertahanan telah melirik potensi besar ini. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah memiliki komitmen terhadap talenta lokal. Keterlibatan “cendekiawan teknologi” dari kampus-kampus nasional sebagai konsultan dan tenaga ahli di Kemenhan adalah langkah strategis untuk mempercepat modernisasi militer Indonesia.

Kini, Rudal Merapi siap diproduksi masal dan dipasarkan. Keberhasilan uji coba yang mencapai tingkat kesuksesan hampir 100 persen adalah modal besar. Alutsista ini sangat cocok menjadi tulang punggung point defense NKRI. Dengan kemampuan portabilitasnya, Rudal Merapi bisa ditempatkan di garis depan, wilayah perbatasan, hingga objek vital nasional tanpa memerlukan infrastruktur besar.

Rudal Merapi adalah simbol kebangkitan industri pertahanan berbasis riset lokal. UAD telah menunjukkan bahwa riset tidak boleh berhenti di perpustakaan atau jurnal ilmiah. Riset harus mendarat di lapangan dan menjadi solusi bagi bangsa.

Indonesia harus mampu mandiri menjaga langitnya. Bangsa ini butuh keberanian untuk mempercayai karya anak bangsa sendiri. Merapi telah siap diluncurkan, bukan untuk menghancurkan, tapi untuk menjaga kedaulatan setiap jengkal angkasa Indonesia. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search