Ruh Keikhlasan, Kunci Utama Semangat Muhammadiyah

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Syamsul Anwar.
www.majelistabligh.id -

Mengapa Muhammadiyah mampu bertahan lebih dari satu abad? Kunci utama yang menjadi alasan bertahannya Muhammadiyah adalah ruh keikhlasan. Aspek inilah menjadi yang utama sebagai penggerak semangat Muhammadiyah untuk terus berkemajuan.

“Orang di Muhammadiyah itu bekerja tanpa pamrih. Jadi tidak hitung-hitungan untungnya apa bekerja di Muhammadiyah,” kata Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Syamsul Anwar, Sabtu (17/1/2026)

Menurut Syamsul, ketika mendapat amanah untuk mengurus Muhammadiyah maka jangan mengharapkan imbalan kecuali dari Allah Swt. Muhammadiyah merupakan organisasi sosial yang tidak mencari keuntungan. Sebagai bukti, seluruh amal usaha Muhammadiyah badan hukumnya bukan Perseroan Terbatas, tapi milik organisasi.

“Jadi segala sesuatu yang dihasilkan oleh usaha, itu dikembalikan kepada Muhammadiyah. Tidak dijadikan keuntungan sendiri,” terangnya.

Alasan bertahan dan menjadi semakin majunya Muhammadiyah juga dapat dilihat lebih jauh. Dijelaskan Syamsul, yang demikian itu termuat dalam Fikih Tata Kelola yang dirumuskan Majelis Tarjih. Tata kelola itu dibagi menjadi dua; tata kelola untuk fungsionaris Muhammadiyah dan tata kelola organisasi Muhammadiyah.

Syarat fungsionaris Muhammadiyah yang pertama adalah, satu harus amanah. “Amanah itu ada dua aspek. Aspek yang pertama membangun kepercayaan. Dan yang kedua harus memiliki komitmen untuk melaksanakan apa yang dipercayakan kepadanya,” tandasya.

Selanjutnya, fungsionaris Muhammadiyah itu harus visioner. Artinya, mampu membaca masa depan dan membuat program yang sesuai dengan perkiraan masa depan yang akan terjadi. “Setiap orang itu hendaknya memperhatikan apa yang akan diperbuatnya untuk harus esok. Jadi harus visioner. Mampu membaca masa depan,” terang Syamsul.

Itulah beberapa alasan mengapa Muhammadiyah mampu bertahan dan menjadi semakin kuat selama lebih dari satu abad. “Menjadi Muhammadiyah itu harus amanah, punya komitmen untuk melaksanakan amanah. Harus visioner karena Muhammadiyah itu organisasi Berkemajuan. Dan, menjalankan tugas-tugas organisasi itu harus ikhlas,” pesan Syamsul. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search