Rusaknya Tauhid dan Akidah Penyembah Kubur

*) Oleh : Ferry Is Mirza DM
www.majelistabligh.id -

Tauhid adalah pondasi utama dalam Islam, dan kemurnian iman tidak boleh dicampuri dengan kemusyrikan dalam bentuk apa pun.

Ketika seseorang mengotori tauhidnya dengan syirik, baik kecil maupun besar, maka keimanannya menjadi rusak dan terancam di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:

“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”
(QS. Al-An’am: 82)

Ayat ini menegaskan bahwa iman yang murni adalah iman yang bersih dari segala bentuk kezaliman, dan bentuk kezaliman yang paling besar adalah syirik, yaitu menyekutukan Allah dalam ibadah, doa, atau bentuk pengagungan lainnya.

Syirik Menyesatkan dan Tidak Diampuni Jika Tidak Bertaubat

Orang yang melakukan syirik akan tersesat di dunia dan akhirat. Mereka kehilangan petunjuk dan berada dalam kesesatan yang jauh dari rahmat Allah. Dalam firman-Nya yang lain, Allah menegaskan:

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.”
(QS. An-Nisa’: 48)

Syirik akbar atau syirik besar, jika dilakukan dan pelakunya mati tanpa sempat bertaubat, maka Allah tidak akan mengampuninya. Ini adalah ancaman serius bagi siapa saja yang terjerumus dalam kemusyrikan.

“Barang siapa yang mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka sungguh dia telah tersesat sejauh-jauhnya.”
(QS. An-Nisa’: 116)

Larangan Menjadikan Kuburan Sebagai Tempat Ibadah

Islam sangat menekankan pentingnya menjaga tauhid dari segala bentuk perusak, termasuk menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah. Rasulullah ﷺ telah memperingatkan umatnya tentang bahaya ini melalui berbagai hadits shahih.

Dari Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, beliau berkata:

“Rasulullah ﷺ bersabda ketika beliau sakit keras dan tidak mampu lagi bangkit: ‘Allah melaknat orang-orang Yahudi dan Nasrani karena mereka menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai masjid.’”

Aisyah melanjutkan:

“Kalau bukan karena kekhawatiran terhadap laknat tersebut, niscaya kuburan beliau akan ditempatkan di tempat terbuka. Namun beliau khawatir, kuburannya akan dijadikan sebagai masjid.”
(HR. Bukhari no. 156, 198, 114 dan Muslim no. 67)

Sejelek-jeleknya Manusia: Penyembah Kubur

Dalam hadis lain, Rasulullah saw menyebutkan tentang kondisi manusia terburuk:

“Sesungguhnya di antara sejelek-jeleknya manusia adalah orang yang mengalami dahsyatnya hari kiamat dan orang yang menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah.”
(HR. Ahmad dari Ibnu Mas’ud, lihat Tahdzirus Sajid: 12)

Penjelasan:

  1. Orang yang mengalami kiamat adalah orang kafir dan musyrik, yakni mereka yang tidak menyembah Allah semata dan tidak mengikuti ajaran Islam yang murni.

  2. Orang kafir adalah makhluk paling buruk, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an:

    “Sesungguhnya mereka adalah seburuk-buruk makhluk.”
    (QS. Al-Bayyinah: 6)

  3. Orang-orang yang menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah termasuk seburuk-buruk makhluk, karena dua alasan utama:

    • Pertama, mereka melakukan dosa terbesar dalam Islam, yaitu syirik. Mereka menyembah penghuni kubur melalui doa, menyembelih hewan untuknya, bertawakkal kepadanya, atau mencari berkah dari kuburnya.

    • Kedua, meskipun mereka tetap mengaku menyembah Allah, namun mereka tetap melakukan peribadatan di sekitar kuburan, yang bisa menjerumuskan pada syirik dan menyesatkan orang lain.

  4. Menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah mencakup tiga bentuk:

    • Membangun masjid di atas kuburan.

    • Menguburkan seseorang di dalam masjid.

    • Melakukan ibadah di sekitar kuburan walaupun tidak ada bangunan masjid di sana.

  5. Hadits-hadits ini memberikan pelajaran penting agar umat Islam menjauhi segala bentuk syirik dan semua hal yang menjadi sarana kepada kesyirikan, termasuk perbuatan dan ucapan yang mengandung unsur pengagungan berlebihan kepada orang yang telah meninggal.

Penutup

Tauhid adalah pokok keselamatan di dunia dan akhirat. Setiap Muslim wajib menjaga kemurnian akidahnya dari segala bentuk syirik dan tindakan yang bisa menyerupainya.

Menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah bukan hanya bertentangan dengan ajaran Rasulullah saw , tetapi juga membuka pintu kepada kesesatan yang amat besar.

Oleh karena itu, marilah kita kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah yang shahih dalam memahami dan mengamalkan agama, serta menjauhkan diri dari segala bentuk penyimpangan akidah yang bisa merusak iman dan mengundang murka Allah Subhanahu wa Ta’ala. (*)

Tinggalkan Balasan

Search