Bagi Muhammadiyah, Islam dan sains bukan sebuah entitas yang selalu dipertentangkan. Bahkan dalam Risalah Islam Berkemajuan (RIB) di BAB III, Islam Berkemajuan itu salah satunya bersendi pada gerakan ilmu.
“Risalah Islam Berkemajuan, yang dipraktikkan berbasis pada Nash dan mendapatkan pembuktian-pembuktian dalam dunia sains sesuai dengan pemahaman berMuhammadiyah,” kata Kiai Saad Ibrahim, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, dalam Pengajian Tarhib Ramadan 1447 H oleh Universitas Muhammadiyah (UM) Palembang, Rabu (4/2/2026).
Ia menambahkan, Ajaran agama Islam begitu kompleks, meniscayakannya sebagai alat memajukan sebuah peradaban jika diterapkan untuk mengatur sebuah kehidupan. Salah satu ajaran Islam yang dapat dipetik hikmahnya adalah puasa. Melihat puasa dari perspektif kesehatan, Kiai Saad menjelaskan, puasa dapat mengaktifkan proses autofagi yaitu memakan sel-sel mati untuk diremajakan.
Cara Muhammadiyah membumikan ajaran Islam salah satunya melalui gerakan amal, yang oleh Muhammadiyah dilembagakan dengan bentuk Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Dalam konteks AUM bidang pendidikan, Muhammadiyah terbilang sebagai organisasi yang memiliki institusi pendidikan yang komplit, mulai dari taman kanak-kanak, sekolah dasar sampai menengah, dan perguruan tinggi.
Kiai Saad berpesan, AUM bidang pendidikan bukan hanya untuk membumikan ilmu tapi alat untuk memanusiakan manusia. Di dalamnya anak-anak manusia didik menjadi lebih baik dan mempertebal takwa.
Oleh karena itu, dirinya mendorong Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA) perbaikan sumber daya manusia. Karena mereka bertugas mendidik anak-anak manusia menjadi insan terbaik yang mengisi masa depan.
Sementara itu, Rektor UMPalembang, Abid Jazuli menyampaikan, UMPalembang memiliki tanggung jawab menciptakan insan yang bertaqwa dan berkemajuan. Maka pada bulan Ramadan harus menjadi momentum penting untuk membangun keduanya.
“Dalam momentum Ramadan kali meningkatkan nilai-nilai kemanusiaan dan menebar salam, menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa dengan suasana kerja yang harmonis,” ungkapnya.
Abid Jazuli juga mengajak semua pihak berkomitmen menjadikan bulan Ramadan melalui UMPaembang sebagai ladang ibadah dan pengabdian untuk jalan mencari rida Allah. (*/tim)
