*)Oleh: Afifun Nidlom
Pernahkah kita mencoba menangkap ayam dengan berlari mengejarnya? Semakin kita berlari, ayam itu justru semakin menjauh.
Namun apabila kita meletakkan segenggam beras di tanah, ayam itu perlahan datang mendekat dengan tenang, bahkan tanpa perlu dipaksa.
Ini bisa juga menjadi gambaran rezeki dalam hidup. Sering kali manusia terlalu sibuk mengejar dunia dengan segala ambisi dan kekhawatiran. Namun, seperti ayam yang sulit ditangkap dengan kejaran.
Rezeki pun bisa menjauh bila dikejar dengan cara yang keliru. Harta duniawi mungkin didapat namun batin kosong tanpa ketentraman.
Allah menjanjikan pada kita rezeki dengan cara yang indah, memberi.
وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ ۚ وَهُوَ خَيْرُ الرْٰزِقِيْنَ.
“Dan apa saja yang kalian infakkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39).
Dalam pandangan Islam, rezeki bukan semata soal kerja keras, tapi juga soal keberkahan. Kerja keras memang penting, tapi saat diiringi dengan sedekah dan amal saleh, rezeki akan datang lebih tepat waktu, bahkan kadang tak terduga.
Syeikh Ibn Athaillah pernah berkata, “Rezeki itu tidak akan tertukar. Tapi bisa terhalang bila engkau mengandalkan dirimu sendiri dan melupakan pemberi rezeki.”
Allah menanamkan dalam Al-Qur’an dan al-Hadis bahwa kunci rezeki bukan hanya usaha lahiriah, tetapi juga usaha batiniah, berupa ibadah, keikhlasan, dan pengorbanan dalam bentuk sedekah.
Rezeki yang sejati bukan hanya berupa harta, tapi juga berupa ketenangan hati, kebahagiaan keluarga, dan kemudahan dalam ibadah.
Maka dalam hidup ini, marilah kita fokus membangun taman-taman ibadah, shalat yang khusyuk, sedekah yang rutin, zikir yang tulus, dan amal saleh yang ikhlas.
Kita hidup di dunia hanya sementara, tapi amal kita akan hidup abadi. Maka jadikan dunia sebagai ladang menanam bunga-bunga amal. Sebab siapa yang menanam dengan ikhlas, akan memetik buah manis di akhirat.
Jangan terlalu lelah mengejar dunia sampai lupa arah. Allah tidak melarang kita mencari rezeki, tapi Allah mengajarkan cara terbaik menjemputnya dengan adab, ibadah, dan sedekah.
Seperti ayam yang mendekat saat diberi makanan, rezeki akan mendekat pada mereka yang gemar berbagi dan selalu menyandarkan hatinya pada Allah.
…وَمَن یَتَّقِ ٱللَّهَ یَجۡعَل لَّهُۥ مَخۡرَجࣰا. وَیَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَیۡثُ لَا یَحۡتَسِبُۚ
“Siapa yang bertakwa kepada Allah, maka Dia akan membukakan jalan keluar dan memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (QS. At-Talaq: 2-3). (*)
