Dari hadis Anas bin Malik, beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, :
“Sesungguhnya pahala besar karena balasan untuk ujian yang berat. Sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menimpakan ujian untuk mereka. Barangsiapa yang ridho, maka ia yang akan meraih rida Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Barangsiapa siapa yang tidak suka, maka Allah pun akan murka.” (HR. Ibnu Majah 4031)
Saudaraku seiman,
Ujian dan cobaan adalah suatu hal yang pasti dialami dalam kehidupan kita.
Di situlah keyakinan kepada takdir direalisasikan sebagai bagian dari ciri yang dialami bagi hamba Allah yang beriman.
Takdir kadang mempertemukan seseorang dengan sesuatu yang tidak kita undang.
Dan takdir kadang memberikan kepada seseorang apa yang tidak kita rencanakan ..
Takdir dapat memaksa kita mengalirkan air mata kesedihan. Dan takdir dapat membuat suasana suka, duka, pilu dan nestapa dalam ujian untuk mematangkan keyakinan dan keimanan kita.
Dalam ujian dan cobaan senantiasa mengandung permata yang berkilauan. Namun hanya orang yang sabar yang berhak mendapatkannya. Terkadang bersabar memang membosankan
Namun di balik kesabaran tersimpan benih kebijaksanaan dan cinta Allah kepada kita .
Maka kita harus senantiasa istiqomah dalam melangkah .
Serta pasrah kepada Sang Maha Rahmah akan berbuah berkah dan jalan yang terarah.
Takkan mewujud mutiara andaikan kerang tak menahan rasa sakit saat terselip butir pasir, begitupun tak terbentuk pedang andaikan kurang panas tungku bakar dan keras tempaannya.
Begitu juga kesempurnaan sayap kupu-kupu adalah dari susahnya ia merobek celah kepompong,
Kapal yang teruji adalah saat mampu menembus ombak yang ganas.
Kita semua perlu ujian dan cobaan untuk menjadikan diri kita lebih tinggi, lebih berharga, lebih bernilai dan lebih mulia.
Penyengat diri, pelecut jiwa, harapan untuk kita kejar setiap harinya.
Saudaraku seiman,
Ujian tidak dikirimkan oleh Allah Ta’ala melainkan kita sudah diberi Allah Ta’ala kemampuan menyelesaikannya, asalkan kita mau, juga sesuaikan caranya dengan apa yang ditunjukkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Sayangnya kita terlampau silau dengan hasil usaha, lalu melupakan proses yang harus kita jalani untuk mendapatkan keinginan kita, kebanyakan hanya mau nikmat yang instant dan segera, tanpa usaha yang diridhoi Allah Subhanahu Wa Ta’ala
Kita lupa bahwa di balik kilau nama Nabi Ibrahim As, ada ujian akan bapak, istri, dan anak-anaknya, di balik rupawan Nabi Yusuf as ada ujian saudara, hamba sahaya, wanita, dan penjaranya. (*)
