Jangan hitung saudara saat hidupmu tertawa. Hitunglah saat hidupmu jatuh dan hancur pelan-pelan. Waktu aku punya segalanya, banyak yang datang, banyak yang memanggilku saudara. Tapi saat hidup mulai berat, saat masalah datang bertubi-tubi, aku mulai belajar kehilangan.
Satu per satu pergi tanpa pamit, meninggalkan aku sendiri dengan air mata dan doa. Aku berhenti menghitung saudara, karena angka tak pernah menolong saat hati sedang runtuh. Di masa paling sulit, yang tersisa hanya keheningan, dan janji-janji yang tak pernah ditepati.
Sekarang aku paham…
Persaudaraan bukan tentang darah, bukan tentang kata “keluarga”, tapi tentang siapa yang tetap tinggal saat kita jatuh lemah, dan hampir menyerah.
Semoga bermanfaat
