Ratusan massa yang tergabung dalam Majelis Ormas Islam (MOI) menggelar aksi yang bertajuk “Berjuta Doa untuk Syuhada” di depan kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat, di Jakarta Pusat, Ahad (5/4/2026). Peserta aksi juga menggelar salat gaib untuk almarhum prajurit TNI “syuhada.”
Aksi ini sebagai bentuk keprihatinan atas gugurnya 3 prajurit TNI yang sedang menjalankan misi perdamaian di Lebanon Selatan. Aksi dimulai dengan long march dari depan Monas menuju depan Kedubes Amerika. Kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Massa kemudian menggelar doa dan salat gaib yang dipimpin oleh tokoh agama KH Nasir Zein.
Sementara itu, tokoh Persatuan Ummat Islam, KH Nazar Haris, mengungkapkan bahwa aksi ini untuk memberikan doa pada prajurit TNI yang telah gugur atas serangan Israel di perbatasan Lebanon Selatan-Israel.
“Kita panjatkan doa-doa terkait gugurnya tiga pasukan tentara kaum muslimin dari Indonesia, yaitu tentara dari TNI yang gugur di Lebanon dalam rangka perdamaian dunia,” kata tokoh Persatuan Ummat Islam KH Nazar Haris.
KH Nazar menjelaskan bahwa perdamaian merupkan misi umat islam di seluruh dunia. Menjalankan perdamaian adalah menjalankan misi islam. “Dan mereka gugur, kita doakan supaya mereka menjadi syuhada di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karenanya kita sangat empati,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wasekum Persis, Muhammad Faisol, menegaskan bahwa gugurnya prajurit TNI di Lebanon bukan hanya sekedar angka. “Ini soal nyawa. Dan ini soal harga diri bangsa yang tentunya kita juga harus peduli,” ucap Faisol.
Adapun ketiga prajurit yang gugur adalah Mayor Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon. Ketiganya gugur dalam dua insiden berbeda.
Kopda Farizal gugur pada Ahad (29/3/2026) usai proyektil Israel meledak di dekat salah satu posisi kelompok tersebut di dekat Desa Adchit al-Qusayr di Lebanon Selatan. Sehari kemudian, Senin (30/3/2026), PBB mengkonfirmasi tewasnya Serka Ichwan dan Mayor Zulmi setelah sebuah ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL. Insiden itu terjadi di dekat Bani Hayyan di Lebanon Selatan. (*/tim)
