Salat Idulfitri di Lapangan KONI Surabaya, KH Sholihin Fanani Ungkap 3 Ciri Orang Bertakwa

Salat Idulfitri di Lapangan KONI Surabaya, KH Sholihin Fanani Ungkap 3 Ciri Orang Bertakwa

Ribuan umat Islam memadati Lapangan KONI Surabaya untuk melaksanakan Salat Idulfitri yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Klampis Ngasem, Surabaya, pada Senin (31/3/2025) pagi.

Kegiatan yang berlangsung dengan khidmat ini dihadiri oleh jamaah dari berbagai daerah sekitar, menjadikan suasana penuh dengan kekhusyukan dan kebersamaan.

Sebagai khatib dalam Salat Idulfitri tersebut, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) jatim KH Dr. Sholihin Fanani. Bertindak sebagai imam, Imam, ustadz Muhammad Faisal, SPd.

Kiai Sholihin menyampaikan khotbah yang sarat makna tentang hikmah puasa Ramadan dan pentingnya mencapai derajat ketakwaan.

Dia menegaskan bahwa Ramadan adalah proses pembentukan pribadi seorang Muslim agar lebih meningkatkan kebaikan dan ketaatannya kepada Allah SWT.

Kata Kiai Sholihin, menjelaskan bahwa puasa Ramadan bukan sekadar menahan lapar, haus, dan hubungan suami istri di siang hari, tetapi lebih dari itu, merupakan sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT atau taqarrub ilallah.

“Puasa menjadi momentum bagi seorang Muslim untuk lebih mengenal dan merasakan kehadiran Allah dalam setiap aspek kehidupannya,” katanya.

“Puasa Ramadan adalah sarana untuk mencapai kesucian jiwa seorang Muslim atas segala dosa dan kesalahannya. Dengan berpuasa, kita diingatkan untuk selalu memperbaiki diri, bertobat, dan menjadikan diri kita lebih baik dari sebelumnya,” imbuh Kiai Sholihin.

Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa Ramadan merupakan jalan untuk mencapai derajat tertinggi di hadapan Allah SWT. Mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an, beliau menyebutkan, “Inna akramakum ‘indallahi atqakum” (sesungguhnya di antara kalian yang paling mulia di hadapan Allah adalah mereka yang paling bertakwa).

Kiai Sholihin Fanani juga menekankan pentingnya menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk meraih ketakwaan. Menurut beliau, orang yang bertakwa akan dimudahkan kehidupannya, dilancarkan rezekinya, dan memperoleh tiket menuju surga Allah SWT.

Rasulullah saw telah memberikan gambaran tentang tiga ciri utama orang yang bertakwa:

1. Selalu ingat kepada Allah SWT di mana pun berada.

Seorang yang bertakwa senantiasa menghadirkan Allah dalam setiap aspek kehidupannya, baik dalam bentuk zikrullah, doa, maupun ibadah lainnya.

2. Mampu mengubah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baik.

Ramadan menjadi momen refleksi bagi seorang Muslim untuk meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yang tidak baik dan menggantinya dengan kebiasaan yang lebih baik.

3. Menjalin hubungan sosial dengan akhlak yang baik.

Orang yang bertakwa akan selalu menjaga akhlaknya dalam berinteraksi dengan sesama manusia, mencerminkan sifat-sifat mulia yang diajarkan oleh Rasulullah saw.

“Mudah-mudahan puasa yang telah kita jalani selama Ramadan benar-benar membawa perubahan dalam diri kita dan menjadikan kita pribadi yang lebih bertakwa. Semoga setelah berpuasa, kebaikan kita semakin bertambah, bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga bagi sesama,” tutur Kiai Sholihin .

Salat Idulfitri di Lapangan KONI Surabaya ini berlangsung dengan tertib dan penuh kekhidmatan. Para jamaah tampak khusyuk dalam salat dan menyimak khutbah yang disampaikan. Setelah salat, jamaah saling bersalaman dan bermaafan, menciptakan suasana penuh kehangatan dan kebersamaan.

Momentum Idulfitri tidak hanya menjadi ajang kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa, tetapi juga sebagai titik awal untuk terus meningkatkan kualitas diri dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT serta sesama manusia.

Dengan semangat kebersamaan dan ketakwaan, diharapkan umat Islam mampu menjaga nilai-nilai Ramadan dalam kehidupan sehari-hari. (wh)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *