Suasana khidmat menyelimuti Aula Ki Hajar Dewantara SMP Negeri 16 Surabaya pada Jumat pagi (13/2/2026). Sekolah yang akrab disapa Spensixteen ini menggelar dua agenda besar sekaligus, yakni Tarhib Ramadan dan peluncuran aplikasi monitoring ibadah bertajuk “Sajadah App”, sebuah inovasi digital yang dirancang untuk memperkuat pembentukan karakter siswa di era transformasi teknologi.
Kegiatan diawali dengan doa bersama yang dipimpin guru Pendidikan Agama Islam sebagai bentuk kesiapan mental dan spiritual dalam menyambut bulan suci Ramadan. Ratusan siswa mengikuti rangkaian acara dengan tertib dan antusias. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang penyambutan Ramadan, tetapi juga peneguhan komitmen sekolah dalam mendukung pembentukan karakter generasi muda.
Sorotan utama dalam kegiatan tersebut adalah peluncuran “Sajadah App”, aplikasi monitoring ibadah dan karakter yang dikembangkan melalui kolaborasi lintas disiplin guru. Aplikasi ini menjadi bagian dari dukungan sekolah terhadap program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH) yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Kepala SMP Negeri 16 Surabaya, Dra. Fadjarijah Nurulita, M.Pd., secara resmi meluncurkan aplikasi Sajadah App tersebut di hadapan para siswa dan dewan guru. Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi tinggi kepada tim pengembang, yakni Ustad Ferry Yudi AS (Guru Pendidikan Agama Islam & Budi Pekerti) dan M. Yusuf Abdul Rochim (Guru Teknologi Informasi), yang berhasil memadukan nilai spiritual dengan teknologi digital.
“Ini adalah terobosan inovatif. Kolaborasi antara penguatan spiritual dan kecanggihan teknologi informasi. Sajadah App hadir sebagai instrumen untuk mengawasi sekaligus mengawal program Bapak Menteri, yaitu 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat,” ujar Fadjarijah.
Ia menegaskan bahwa aplikasi ini bukan sekadar alat pencatat aktivitas, melainkan sarana pembentukan kebiasaan (habit) positif yang dilakukan secara konsisten. Melalui sistem yang terintegrasi, siswa dapat melaporkan aktivitas harian mereka seperti bangun pagi, salat lima waktu, membaca Al-Qur’an, membantu orang tua, menjaga kebersihan, hingga melakukan amal shalih lainnya. Data tersebut dapat dipantau guru sebagai bentuk pendampingan dan evaluasi.
“Saya berharap anak-anak hebat Spensixteen konsisten mengisi Sajadah App setiap hari. Program ini adalah upaya kolektif kita untuk mewujudkan Generasi Emas 2045. Kita ingin lulusan kita tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga religius, berkarakter kuat, disiplin, dan tangguh menghadapi perubahan zaman,” imbuhnya penuh semangat.
Lebih lanjut, Fadjarijah menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pembinaan karakter menjadi langkah strategis di tengah pesatnya perkembangan digital. Bukan menjauhkan siswa dari gawai, sekolah justru mengarahkan penggunaan teknologi untuk hal-hal produktif dan bernilai ibadah.
Dengan hadirnya Sajadah App, SMPN 16 Surabaya berharap tercipta ekosistem pendidikan yang sinergis antara sekolah dan keluarga. Orang tua juga diharapkan dapat berperan aktif mendampingi anak dalam menjalankan tujuh kebiasaan tersebut di rumah.
Kegiatan Tarhib Ramadan ditutup dengan tausiyah singkat dan saling bersalaman antara siswa dan guru, menciptakan suasana hangat penuh kebersamaan. Peluncuran Sajadah App menjadi simbol kesiapan keluarga besar Spensixteen dalam menjalani Ramadan dengan semangat baru: religius, disiplin, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.|| ferry yudi AS
