Konser perdana Sang Surya Philharmonic Orchestra (SSPO) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tak sekadar menampilkan kemegahan musikal.
Lebih dari itu, konser yang digelar di Gedung Societeit, Taman Budaya Yogyakarta, Senin malam (14/7/2025), menandai babak baru bagaimana seni musik klasik menjadi ladang dakwah Muhammadiyah di ranah budaya dan pendidikan tinggi.
SSPO lahir dari gagasan panjang sejak awal 2000-an dan kini hadir sebagai simbol komitmen UMY dalam menjadikan seni sebagai medium dakwah yang berkelas.
Salah satu tokoh penting di balik berdirinya SSPO UMY Prof. Gunawan Budiyanto hadir secara langsung dan menyampaikan sambutannya dengan penuh kebanggaan.
Gunawan yang saat ini menjabat sebagai Ketua Lembaga Seni Budaya Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan juga mantan Rektor UMY, dikenal sebagai penggagas utama orkestra ini sejak awal 2000-an.
“Saya sangat bangga. Pertama kali saya mendapat amanah untuk mendirikan orkestra UMY itu dari almarhum Bapak Dasron Hamid, mantan Rektor UMY, pada tahun 2003. Tapi saat itu kondisi finansial kampus belum memungkinkan,” kenangnya.
Gunawan menjelaskan, menjelaskan, pada 2003, biaya membentuk orkestra diperkirakan mencapai Rp 2 miliar. Angka yang masih terlalu besar bagi UMY kala itu.
Barulah pada 2017, setelah kondisi keuangan kampus membaik, realisasi dimulai secara bertahap. Semua instrumen musik berhasil dilengkapi pada Maret 2019. Total investasi mencapai Rp 5,5 miliar.
“Investasi itu terbayar lunas ketika Sang Surya Philharmonic Orchestra tampil spektakuler di pembukaan Muktamar Muhammadiyah 2022 di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Banyak yang menyebutnya sebagai pembukaan termegah dalam 109 tahun sejarah Muhammadiyah,” ujar Gunawan.
Tak sekadar membangun, Gunawan juga menekankan pentingnya keberlanjutan SSPO sebagai bagian dari pengembangan budaya dan pendidikan seni di lingkungan kampus. Ia mendorong agar UMY memberi beasiswa khusus bagi mahasiswa berbakat di bidang musik.
“Sekarang sudah ada delapan musisi orkestra dari Jogja yang tertarik kuliah di UMY dengan beasiswa seni. Mereka bukan hanya berbakat, tapi juga memiliki prestasi yang bisa dibanggakan,” tambahnya.
Gunawan juga menyampaikan bahwa SSPO perlu tetap berada langsung di bawah pengawasan kantor rektorat, agar kualitas dan arah pengembangannya tetap terjaga.
Dia menginginkan sekretariat orkestra ditempatkan satu gedung dengan rektorat sebagai simbol pentingnya keberadaan orkestra ini bagi UMY.
“Ini bukan sekadar hiburan, ini musik serius. Maka harus dikawal langsung oleh Rektor, tidak boleh dilepas ke unit mana pun,” tegasnya.
Sebagai pendiri sekaligus pembina orkestra, Gunawan menyatakan komitmennya untuk terus mendukung perkembangan SSPO.
Bahkan ia telah menyiapkan rencana jangka panjang, termasuk penampilan orkestra UMY di Muktamar Muhammadiyah 2027 di Medan.
“Kita harus mulai siapkan SSPO tampil di Muktamar berikutnya di Medan. Itu jadi salah satu tugas penting Rektor UMY saat ini, bagaimana caranya 100-an anggota SSPO bisa berangkat dengan sehat, lengkap, dan tampil maksimal,” pungkasnya. (*/tim)
