Santri TPQ & Tahfidz Mukhlisin Tulangan Unjuk Prestasi dalam Pembagian Rapor Semester Akhir

Santri TPQ & Tahfidz Mukhlisin Tulangan Unjuk Prestasi dalam Pembagian Rapor Semester Akhir
www.majelistabligh.id -

Sebuah pemandangan yang penuh semangat tampak di Hall TPQ dan Tahfidz Mukhlisin, Tulangan, Sidoarjo, pada Sabtu (12/7/2025).

Di hari itu, lembaga yang berada di bawah naungan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kemantren, Tulangan Sidoarjo ini menggelar pembagian rapor akhir semester tahun ajaran 2024/2025.

Namun bukan sekadar pembagian rapor biasa, kegiatan ini didesain menjadi momen istimewa dengan unjuk kreativitas dan ketangkasan para santri, dari santri cilik hingga santri emak-emak.

Salah satu penampilan yang memukau adalah hafalan Al-Qur’an metode sambung ayat yang dibawakan secara berkelompok. Sorak tepuk tangan jemaah menambah kemeriahan acara.

Meski baru berdiri belum genap dua tahun, TPQ dan Tahfidz Mukhlisin telah membina 105 santri. Sebanyak 90 santri berasal dari jenjang usia TK hingga SMP, sementara 15 lainnya merupakan santri senior dari kalangan emak-emak dan nenek-nenek yang setia belajar sejak awal berdirinya lembaga ini.

“Lembaga ini dihadirkan sebagai bentuk tanggung jawab dakwah untuk mendekatkan jemaah kepada Al-Qur’an,” tutur Imam Sugiri, pembina TPQ dan Tahfidz Mukhlisin.

Dia menjelaskan, pembinaan yang dilakukan bukan hanya fokus pada cara membaca, tetapi juga menghafal, memahami, dan mengamalkan isi Al-Qur’an untuk menjadi bekal dalam kehidupan yang semakin kompetitif.

Santri TPQ & Tahfidz Mukhlisin Tulangan Unjuk Prestasi dalam Pembagian Rapor Semester Akhir
Salah seorang santri PQ dan Tahfidz Mukhlisin, Tulangan membaca Al-Qur’an. foto: ist

TPQ dan Tahfidz Mukhlisin menempati gedung 3 lantai yang telah disiapkan sebagai pusat pembinaan. Di lantai satu dan dua masing-masing terdapat empat ruang kelas, dan di lantai tiga tersedia hall yang mampu menampung hingga 150 orang.

“Santri yang bergabung tidak dipungut biaya apapun. Bahkan buku ajar, mushaf Al-Qur’an, dan seragam semuanya kami berikan secara gratis,” lanjut Imam Sugiri.

Agar semangat belajar terus terjaga, setiap akhir semester para santri diajak rihlah syar’i. Tempat destinasi seputaran pegunungan Penanggungan, Trawas, dan Pacet.

Sebelumnya pernah santri-santri diajak berkunjung ke UMM dan Taman Wisata Sengkaling Malang.

“Kegiatan rihlah ini menjadi bagian dari metode pembelajaran yang menggabungkan spiritualitas dan kekompakan,” ungkap Imam Sugiri.

Adapun tenaga pengajar yang setia membina para santri terdiri atas 4 ustadzah dan 1 ustadz, dengan jadwal belajar mulai selepas salat Asar hingga selepas salat Isya.

Dedikasi yang terus dibina membuahkan hasil manis. Salah satu santri dari lembaga ini bahkan pernah meraih penghargaan sebagai santri terbaik tingkat Kabupaten Sidoarjo dalam ajang kompetisi tahfidz Al-Qur’an. (*/tim)

Tinggalkan Balasan

Search