Sekolah Dasar Muhammadiyah 6 (SD Musix) Gadung Surabaya kembali menghadirkan inovasi dalam dunia pendidikan dasar melalui program “Orang Tua Mengajar” yang kali ini mengusung tema “Membuat Gantungan Kunci”.
Kegiatan inspiratif ini dilaksanakan pada Jumat (16/5/2025), dengan melibatkan siswa-siswi kelas 1-A. Yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Anisah Harris S, wali murid dari siswa bernama Azhalea Numa Reinaldi.
Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara orang tua dan sekolah serta menciptakan ruang belajar yang lebih menyenangkan dan bermakna bagi anak-anak.
Dalam pelaksanaannya, siswa dibimbing langsung untuk membuat gantungan kunci berbentuk es krim dari bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan, seperti potongan kardus, gantungan logam, kawat bulu warna-warni, dan lem tembak.
Hasilnya adalah gantungan kunci berbentuk es krim yang imajinatif dan penuh warna, mencerminkan kreativitas anak-anak yang berkembang melalui bimbingan langsung orang tua.

Menurut Anisah, kegiatan ini bukan hanya sekadar keterampilan tangan biasa, tetapi juga sarana untuk menanamkan nilai-nilai penting seperti kreativitas, kerja sama, kemandirian, serta semangat kewirausahaan sejak dini.
Menurut dia, bahwa orang tua memiliki peran yang tak kalah penting dari guru dalam memperkaya pengalaman belajar anak-anak.
“Setiap orang tua punya keahlian masing-masing, dan dengan program ini, kita bisa berbagi ilmu yang mungkin tidak didapatkan di dalam kurikulum sekolah. Ini bisa menjadi pelengkap yang sangat bermanfaat,” ujarnya.
Sementara itu, Yeni Henita, S.Pd., wali kelas 1-A, juga menyambut baik kegiatan tersebut dan menilai bahwa keterlibatan orang tua dalam proses pembelajaran dapat memberikan efek positif terhadap semangat belajar siswa.
Dia berharap program seperti ini bisa terus dikembangkan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih bervariasi dan menyenangkan.
“Selain menumbuhkan kreativitas, anak-anak juga dilatih untuk menyelesaikan tantangan sendiri. Ini penting untuk membentuk karakter mandiri sejak usia dini,” jelasnya.
Antusiasme siswa terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka tampak gembira saat memotong, menempel, dan menghias gantungan kunci mereka masing-masing.
Salmafiyah Kinara Meca, salah seorang peserta, dengan penuh semangat menunjukkan hasil karyanya dan mengatakan bahwa ia akan segera memasangnya di tas kesayangannya.
“Aku senang banget bisa buat sendiri! Nanti aku pasang di tasku,” katanya dengan riang.
Tak kalah bersemangat, Azhalea Numa Reinaldi juga membagikan pengalamannya. Ia memilih desain es krim sebagai bentuk gantungan kunci yang ia buat, dan berencana membagikan hasil karyanya kepada teman-teman sepermainannya di rumah.
“Gantungan kunci yang seperti es krim ini mau aku kasih ke teman-teman mainku di rumah,” ujarnya dengan bangga.

Program “Orang Tua Mengajar” ini merupakan salah satu upaya nyata SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya dalam menjalin sinergi antara keluarga dan sekolah untuk bersama-sama mendukung tumbuh kembang anak secara holistik.
Diharapkan, kegiatan semacam ini bisa menjadi agenda rutin yang tidak hanya memperkaya pengetahuan siswa, tetapi juga mempererat hubungan emosional antara anak, orang tua, dan guru.
Dengan berbagai manfaat yang diperoleh dari kegiatan ini, baik dari sisi keterampilan maupun nilai-nilai kehidupan yang ditanamkan, sekolah berharap program ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain dalam menciptakan pendidikan yang lebih inklusif, kreatif, dan kolaboratif. (anisa herwati/tim)
