SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya (SD Musix) kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk karakter siswa melalui kegiatan luar kelas. Selama dua hari, 23-24 April 2025, sekolah ini menggelar Perkemahan Jumat-Sabtu (Perjusa) di area lapangan sekolah.
Kegiatan yang berlangsung penuh semangat tersebut diikuti oleh 262 siswa dari kelas 3 hingga kelas 6.
Perjusa menjadi ajang pembelajaran kontekstual yang menggabungkan unsur edukatif dan rekreatif. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk belajar mandiri, disiplin, bekerja sama, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
Salah satu peserta, Nadin Azzahra Qurota Aini, siswa kelas 6-A, mengungkapkan kesannya mengikuti kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini sangat seru dan asyik. Saya merasa mendapatkan banyak pengalaman baru. Seandainya saya masih di kelas 4 atau 5, saya pasti ingin ikut kegiatan seperti ini lagi,” ujar Nadin yang sebentar lagi akan menamatkan pendidikannya di SD Musix.
Hal senada juga disampaikan oleh Fadhilah Nasifa Idztihar dari kelas 6-A. Ia menilai bahwa Perjusa memberikan dampak positif terhadap dirinya.
“Kegiatan ini bisa memupuk kedisiplinan saya. Saya jadi belajar untuk lebih menghargai waktu dan tanggung jawab,” katanya dengan penuh semangat.
Kepala Urusan Kesiswaan SD Musix, Hidayatun Ni’amah, M.Pd, menjelaskan, kegiatan Perjusa memang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari suasana kelas biasa.
“Tujuan dari kegiatan ini adalah melatih kemandirian siswa, membangun kedisiplinan, mengasah kemampuan bekerja sama dalam tim, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” terangnya.
Selama kegiatan perkemahan, para siswa mengikuti berbagai aktivitas edukatif dan menyenangkan. Mereka belajar teknik semaphore, sebuah metode komunikasi menggunakan bendera yang biasa digunakan dalam pramuka.
Selain itu, siswa juga dilatih keterampilan memasak dengan membuat aneka resep seperti salad buah, sandwich buah, dimsum, dan menu khas Indonesia yang disukai banyak siswa, yaitu rujak.

Tak hanya itu, malam keakraban diwarnai dengan penyalaan api unggun, kegiatan penjelajahan, dan permainan-permainan kelompok yang menumbuhkan kebersamaan.
“Seluruh siswa sangat antusias dan menikmati setiap rangkaian kegiatan. Mereka yang biasanya di rumah dilayani oleh orang tua, kini belajar melayani diri sendiri dan mengatur waktunya secara mandiri,” tambah Hidayatun.
Melalui kegiatan seperti ini, SD Musix berharap dapat membentuk karakter siswa yang kuat, mandiri, dan bertanggung jawab.
Perjusa bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, tetapi menjadi sarana penting dalam membangun generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan mental tangguh dan nilai-nilai positif. (anisa herwati /tim)
