Di usia kita saat ini yang sudah tidak muda lagi. Teman sebaya pun sudah ada yang berpulang ke rahmatallah.
Bukan waktunya lagi untuk main-main, bukan waktunya lagi mempermasalahkan hal-hal kecil yang seharusnya bisa ditolelir.
Sudah waktunya untuk terus bertobat, berbenah, berbekal untuk kehidupan yang kekal nantinya di akhirat.
Lihat jaringan pertemanan, jika jaringan pertemanan hanya tentang keduniawian saja, hanya untuk urusan bisnis, bersenang senang, makan-makan, mempercantik diri, dan hanya untuk jalan jalan, ngobrol sana sini yang akhirnya menjadi ghibah bahkan fitnah.
Tidak ada satupun yang mengajak untuk mengingat akhirat, tidak ada yang mengajak untuk sholat, untuk menutup aurat, dan yang mau mengajak ke kajian, maka segera ganti jaringan pertemanan
sebelum terlambat.
Sebab datangnya kematian tidak menunggu taubat kita. Maka bertobatlah sambil menunggu datangnya kematian.
Tobat tidak diterima ketika ajal menjemput. Allah Ta’ala berfirman dalam surat An-Nisa’ Ayat 18:
“Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan yang hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, barulah ia mengatakan: “Sesungguhnya saya bertobat sekarang.”
“Dan tidak pula diterima tobat orang orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran.
Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.” (QS. An-Nisa’: 18)
Semoga kelak jika waktunya kita dijemput Malaikat Izrail, Allah anugerahkan kita semua husnul khotimah, Aamiin. (*)
