Sebelum Napas Terhenti, Siapkan Bekalmu

*) Oleh : Ferry Is Mirza DM
www.majelistabligh.id -

Manusia tidak akan selamanya hidup di dunia ini. Cepat atau lambat, setiap insan pasti akan menghadapi saat di mana ia harus berpulang, meninggalkan kehidupan fana ini dan memasuki alam yang kekal, yakni kehidupan akhirat.

Dunia hanyalah tempat singgah sementara, tempat kita menanam benih amal yang kelak akan dipanen di akhirat.

Setiap perbuatan yang telah dilakukan manusia selama hidupnya, baik yang besar maupun kecil, baik yang tersembunyi maupun terang-terangan, baik yang baik maupun yang buruk, semuanya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.

Tidak ada satu pun amal yang luput dari perhitungan. Setiap gerak-gerik kita dicatat oleh malaikat yang tidak pernah lalai dalam melaksanakan tugasnya.

Pada hari Kiamat kelak, semua amal itu akan dihisab dengan sangat teliti. Setelah perhitungan amal selesai, Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menetapkan balasan yang adil bagi setiap orang.

Ada yang ditetapkan masuk ke dalam surga sebagai bentuk karunia dan rahmat-Nya, dan ada pula yang dijerumuskan ke dalam neraka sebagai akibat dari dosa dan keingkarannya.

Beruntunglah orang-orang yang ditetapkan masuk ke dalam surga. Mereka akan memperoleh kenikmatan yang tiada tara, kenikmatan yang belum pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga, ataupun terlintas dalam hati manusia.

Surga adalah tempat penuh kebahagiaan abadi, tanpa rasa sakit, tanpa kesedihan, tanpa penderitaan.

Sebaliknya, celakalah orang-orang yang diputuskan menjadi penghuni neraka. Mereka akan merasakan siksa yang pedih, siksaan yang terus-menerus tanpa henti, yang membuat mereka menyesal dan berharap untuk bisa kembali ke dunia — namun semua itu sudah terlambat.

Oleh karena itu, selagi kita masih diberi kesempatan untuk hidup, sudah sepatutnya kita, sebagai kaum Muslimin yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, berusaha sekuat tenaga agar termasuk ke dalam golongan ahli surga.

Waktu yang kita miliki di dunia ini adalah peluang emas untuk mempersiapkan bekal menuju kehidupan abadi tersebut.

Adapun bekal terbaik bukanlah kecantikan, ketampanan, kekayaan, kecerdasan, kekuatan, atau gelar duniawi. Semua itu pada akhirnya akan sirna, lenyap bersama waktu.

Yang akan tetap menyertai kita hanyalah iman dan takwa. Itulah bekal yang sesungguhnya, bekal yang tidak akan pernah habis, bahkan akan menjadi penolong kita di hadapan Allah.

Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:

“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa, dan bertakwalah kepada-Ku, hai orang-orang yang berakal.” (QS. Al-Baqarah: 197)

Ayat ini menegaskan betapa pentingnya takwa sebagai bekal utama dalam perjalanan panjang menuju akhirat. Takwa mencakup keimanan yang kokoh, ketaatan yang tulus, amal saleh yang konsisten, serta menjauhi segala larangan-Nya dengan penuh kesungguhan.

Karena itu, marilah kita manfaatkan kesempatan hidup ini sebaik-baiknya untuk memperbanyak amal shalih, memperkuat iman, memperdalam ilmu, memperbaiki akhlak, dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah.

Jangan kita terlena oleh kesibukan dunia yang fana sehingga melupakan tujuan utama kita diciptakan, yaitu untuk beribadah kepada Allah.

Semoga Allah Ta’ala senantiasa memberikan kepada kita taufik dan hidayah-Nya, meneguhkan kita di atas jalan iman dan takwa, serta menggolongkan kita kelak ke dalam barisan orang-orang yang beruntung menjadi penghuni surga-Nya.

Aamiin yaa Rabbal ‘Aalamiin. (*)

Tinggalkan Balasan

Search