Sebelum Ramadan Pergi, Gas Pol Amal Ibadah

*) Oleh : Ferry Is Mirza
Jurnalis senior dan aktivis Muhammadiyah
www.majelistabligh.id -

Tanpa terasa sebentar lagi Ramadan yang kita cintai akan pergi meninggalkan kita. Bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan ini datang begitu cepat, dan kini ia pun hampir berlalu.

Kita tidak tahu apakah tahun depan masih bisa bertemu dengan bulan suci Ramadan lagi atau tidak. Maka di sisa waktu yang ada:

  • perbanyak istighfar
  • perbanyak doa
  • perbanyak sedekah
  • dan perbaiki hubungan dengan sesama

Sebagian ulama salaf berkata:

“Mereka berdoa kepada Allah Wa Ta’ala selama enam bulan agar dipertemukan dengan Ramadan, dan enam bulan setelahnya mereka berdoa agar amal Ramadan mereka diterima.”

Ini menunjukkan betapa berharganya Ramadan bagi orang-orang yang beriman.

Ramadan Pergi, Apakah Dosa Kita Ikut Pergi?

Ramadan adalah bulan pengampunan. Rasulallah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:

“Barang siapa berpuasa Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari-Muslim)

Pertanyaannya, ketika Ramadan pergi nanti:

  • apakah dosa kita sudah diampuni?
  • apakah hati kita sudah lebih bersih?
  • apakah kita menjadi pribadi yang lebih baik ?

Jangan sampai Ramadan pergi tanpa membawa perubahan dalam hidup kita.

Jangan Kendur di Akhir Ramadan

Sering kali di awal Ramadan masjid penuh, ibadah semangat, tilawah banyak. Namun ketika Ramadan hampir selesai, semangat menurun. Padahal justru di akhir Ramadan terdapat malam yang sangat mulia, yaitu Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Karena itu Rasulallah shalallahu alaihi wasallam justru lebih bersungguh-sungguh beribadah di sepuluh hari terakhir Ramadan. Ini menjadi pelajaran bagi kita: jangan lemah di akhir, justru kuatkan ibadah hingga Ramadan benar-benar selesai.

Amal Terbaik adalah yang Berkelanjutan

Ramadan seharusnya tidak hanya menjadi bulan ibadah sesaat, tetapi menjadi latihan untuk sebelas bulan berikutnya.

Jika selama Ramadan kita bisa:

  • salat tepat waktu
  • membaca Al-Qur’an
  • bersedekah
  • menjaga lisan

Maka setelah Ramadan seharusnya kita tetap menjaga kebiasaan baik tersebut.

Karena rasulullah shalallahu alaihi wasallim bersabda:

“Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang terus-menerus walaupun sedikit.” (HR.Bukhari Muslim)

In syaa Allah, Allah Wa Ta’ala menerima seluruh amal ibadah kita di bulan Ramadan ini.

Allahumma taqabbal minna siyamana wa qiyamana wa ruku’ana wa sujudana

Allahumma sholli ‘ala sayyidina muhammad, wa ‘ala aali sayyidina Muhammad

In syaa Allah bermanfaat, silakan dishare untuk meraih amal jariyah. || fimdalimunthe55@gmail.com,  ismirzaf@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Search