Sehidup Sesurga

*) Oleh : Sigit Subiantoro
Anggota Majelis Tabligh PDM Kabupaten Kediri
www.majelistabligh.id -

Banyak pasangan mengucapkan, “Semoga kita sehidup Sesurga.”

Terdengar indah, romantis penuh harap. Tapi pernahkah kita bertanya: Apakah cara kita hidup hari ini sudah mengarah ke sana? Karena sehidup itu mudah diucapkan, tapi sesurga butuh perjuangan.

Surga bukan hadiah untuk cinta yang sekedar manis, surga adalah balasan untuk iman yang dijaga. Bukan hanya tentang setiap saat senang, tapi tetap bertahan saat diuji. Bukan hanya tentang saling mencintai, tapi saling mengingatkan ketika lalai.

Apa gunanya bertahun-tahun bersama, kalau kita saling menjauh dari Allah? Apa artinya romantis di dunia, kalau tak saling menuntut menuju akhirat.

Pernikahan bukan hanya tentang “aku bahagia bersamamu”. Tapi tentang “aku ingin kita sama-sama selamat.” Karena bisa saja kita sehidup, tapi tidak sesurga. Jika selama ini kita saling menarik ke arah dunia dan lupa tujuan sebenarnya.

Karena itu, cintai pasanganmu bukan hanya dengan rindu, tapi dengan doa. Bersamanya bukan hanya sampai tua, tapi sampai pintu jannah. Karena cinta yang paling tinggi, bukan yang berkata “jangan tinggalkan aku di dunia”, tapi yang berdoa, ” Ya Allah, jangan pisahkan kami di akhirat.”

Semoga beruntung.

 

Tinggalkan Balasan

Search