Sektor Bir Ali, salah satu titik penting miqat bagi jemaah haji Indonesia di Daerah Kerja (Daker) Madinah, berhasil mencuri perhatian. Operasional di sektor ini berjalan dengan lancar, tertib, dan layanan penuh dedikasi dari para petugas. Ribuan jemaah gelombang I telah dilayani secara optimal oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).
Menurut Kepala Sektor Bir Ali, Muhammad, Indonesia menjadi satu-satunya negara yang mendapatkan fasilitas kantor secara cuma-cuma alias gratis dari pemerintah Arab Saudi di kawasan miqat.
“Ini karena jumlah jemaah Indonesia yang terbesar, serta hubungan diplomatik yang sangat baik antara kedua negara,” jelasnya.
Kantor Sektor Bir Ali berdampingan langsung dengan unit milik Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi serta syarikah yang menangani jemaah internasional, menandakan tingginya kepercayaan terhadap Indonesia.
Tim PPIH Sektor Bir Ali terdiri dari 16 orang, termasuk dua perempuan. Meski jumlahnya terbatas, mereka melayani jemaah dari pagi hingga malam hari tanpa sistem shift. Petugas ditempatkan di berbagai titik strategis seperti gerbang utama, samping masjid, dan area toilet untuk memastikan kenyamanan dan kelancaran ibadah para jemaah.
Beberapa petugas memiliki latar belakang yang menginspirasi. Salah satunya adalah Dasrizal M. Nainin, mahasiswa doktoral di Universitas King Abdul Aziz Jeddah, dosen di UIN Syarif Hidayatullah, sekaligus qori internasional. “Kami bekerja lillahi ta’ala, dari pukul 06.00 pagi hingga seluruh jemaah selesai. Ini pengalaman yang sangat berharga,” ungkapnya.
Pelayanan kepada jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas juga menjadi perhatian utama. Mereka dibantu agar tetap dapat menjalankan niat dan salat sunnah ihram, baik di dalam bus maupun menggunakan kursi roda bagi yang ingin turun ke Masjid Bir Ali.
“Kami imbau mereka tetap di bus karena cuaca sangat panas dan jarak ke masjid cukup jauh. Tapi jika ada yang ingin turun, kami bantu dengan kursi roda,” ujar Muhammad, yang juga merupakan ASN Kementerian Agama.
Sektor Bir Ali memiliki sistem pelayanan yang tertata rapi. Bus, coaster, hingga Hiace disediakan untuk jemaah yang terpisah dari kloter. Selain itu, mobil golf dari otoritas Arab Saudi rutin berkeliling untuk membantu mobilitas jemaah.
“Kami arahkan jemaah cukup untuk salat dua rakaat sunnah dan melafalkan niat ihram di sini, karena mereka sudah mengenakan kain ihram dan berwudu dari hotel,” tambah Muhammad.
Kehadiran petugas Indonesia di titik-titik strategis sangat membantu, terutama bagi jemaah yang tidak memahami bahasa Arab. “Ketika melihat kami, mereka langsung merasa tenang dan mudah diarahkan,” kata Muhammad.
Berdasarkan pemantauan tim Media Center Haji (MCH) Daker Madinah, para petugas mengaku bahagia bisa melayani para tamu Allah secara langsung. Amaliah dari Aceh, salah satu petugas, menyebut pengalaman ini sebagai ladang ibadah dan pembelajaran yang sangat berharga. (afifun nidlom)
